Saturday, April 04, 2026

Pak Karno Sedang Melukis Realis







Perjuangan kita tak hanya tentang membangun kesadaran yang bisa terlihat dan terukur. Tapi juga tentang menjaga kesadaran yang seringkali di area tak terlihat atau di dalam blindspot of systems. Perjuangan menjaga sepenuh hati, bahkan bertirakat--memilih jalan sepi--untuk semata semua perjuangan dilakukan untuk bisa meraih ridho Sang Pencipta.


Para mutan ramai berkumpul dan bergunjing di ruang ruang penuh asap mengira kita --yang memilih menjadi debu-- menghina Tuhan dengan posisi bersimpuh kita. Padahal mereka lah yang sedang pengen jadi tuhan tuhanan. Oh agen cuci uang dan wadah yang harusnya jadi lab tapi diubah jadi bunker nafsu dajjal. Semua di ruang pantau di sini sudah melihat garis finish, akhir cerita karangan para mutan yang penuh nafsu berkuasa ini.. 


Yang dibilang Pak Karno dengan, "kalian akan melawan penjajah dari bangsamu sendiri" itu bukan barang abstrak atau bukan sesuatu yang tak terlihat. Dari jaman itu konstelasi gennya sudah terlihat. Gen-gen bukan penjaga yang merangsek ke konstelasi ingin menguasai Nusantara.


I'm talking about something beyond belief and race. It's about genetic. Some gen yang bisa hadir di hari pertama lu bertugas saat mereka memang menganggap kita lawan.


Bangsa Indonesia itu bangsa penjaga. Bukan mencari kuasa. Kalo ada yang terucap ingin kuasa dari mulutnya, ya bisa dibilang dia ada ketetesan gen mutan buatan Qobil yang diperangi Syits AS dan Idris AS.


Gen mutan ini sangat nyata. Walau sehalus debu yang membuat kedipan di mata. Berapa banyak "para simpul" yang memilih melebur, yang lain malah moksa, yang lain malah berpindah partikel, dengan tarikat-tarikatnya, untuk tidak ketetesan gen mutan ini. 


Memilih masuk ke sudut terdalam, dan menjaga sudut sudut itu. Sampai suatu saat memang harus hadir mengingatkan.


Dan para pengingat ini geraknya akan seperti ombak. Dia bisa menghilang, berganti, atau dia bisa memendam kaki di pasir.


Dia bisa hadir di dekat jendela para gen mutan yang sedang berkumpul membahas siapa lagi dan dengan apa lagi kita menjegal gen-gen penjaga.


#penjajahbangsasendiri 










Friday, March 13, 2026

Dari "Merasakan Persatuan" ke "Semoga Berubah Menjadi"







Ketika kita bergerak dalam usaha-usaha mengubah konstelasi sosial, kenarsisan dari elemen tim yang kita percaya bisa berbahaya buat sistem dan sekitarnya.

Sebuah bangsa, kelompok, akan rusak jika yang diajak membangun adalah orang yang terjebak di badan kecilnya. Tidak membuat badan sosial & nation body-nya bertumbuh. Pernyataan ini adalah sebuah testimoni dari saksi yang melewati perjalanan bagaimana bisnis hancur karena leader narsis. Betapa bahayanya program yang mencetak pemimpin diisi oleh orang orang narsis yang tak mengamankan safespace

Alih-alih tak besarkan dan kuatkan social body dan nation body, tapi juga akan hanya fokus pada capaian success (fake) story dan meninggalkan jauh siklus praktik baik. Hanya fokus pada "bread and butter" yang fokus pada mengatur skill "mengonsumsi dan menyimpan". Dan sama sekali ga menyentuh spektrum "exploration" yang bisa menguatkan pondasi kepemimpinan dan skill "menjaga". Akhirnya, ekosistem, atau lebih tepatnya sindikat narsis meninggalkan adab dalam beriset. Riset sendiri padahal bisa menumbuhkan budaya curiosity/menggemburkan daya jelajah. Tanpa daya jelajah, yang tersisa adalah kenarsisan dan penurunan kualitas "berjuang" dari ekosistem. Lalu masuk ke wadah-wadah yang hanya mengamankan diri dan memutus simpul-simpul peradaban yang suaranya tak didengar. Akhirnya jadi "punuk yang merindukan martabak". :D


Pada dasarnya, seorang pengampu harus punya kapasitas menyeimbangkan dari setiap intensi. Ada dua intensi yang bisa membuat organisasi jadi besar, namun dua intensi ini selalu bertolak belakang. Padahal dua intensi ini adalah pasangan dansa yang bisa hasilkan tarian terbaik. Dua pasangan intensi ini adalah intensi "bread & butter", yaitu ketergerakan terkait pertumbuhan kapasitas terkait aset, hubungan yang terlihat, dan daya kompetensi. Sedangkan intensi "exploration" akan terkait pada pergerakan pendalaman, riset, dan pola dampak ritme badan besar.

Organisasi atau wadah yang tidak terlatih dengan mental model atau spektrum riset akan selalu memilih intensi "bread & butter" dan meninggalkan pihak yang berintensi "eksplorasi" yang bahkan seringkali dianggap liability.

Apa yang terjadi jika hanya fokus pada "bread and butter"? Mereka akan kehilangan kemampuan mengukur ritme. Lebih parahnya lagi, memilih mengikuti ritme pihak luar yang hanya ingin kembangkan bread dan memeras butter-nya. Hingga rata-rata perusahaan/organisasi hanya tahan < 5tahun setelah organisasi kompak tersebut mengalami pendalaman intensi. Atau, bisa saja bertahan lebih lama dengan asupan aset pihak lain dan/atau menumbuhkan entropi sistem di dalam ekosistemnya.

Entropi pada umumnya berisi ketidaknyamanan. Tapi entropi ini adalah bahasa sistem yang netral. Entropi bisa jadi tanda terjadinya dinamika konstelasi dalam sistem, yang bisa positif atau negatif. Entropi ini harus diwadahi dengan wadah-wadah transisional. Bukan transaksional.

Di sinilah kewajiban leader. Yang wajib jadi pemangku wadah wadah transisional menjadi entitas transformasional. Sehingga tarian "bread and butter" vs "exploration" tak hanya jadi omongan. Tapi juga bisa membuat organisasi memiliki ritme kuat menuju perbaikan ekosistem diri dan sekitar.

Tulisan ini ditulis oleh debu yang melewati masa masa jadi kru candradimuka level marih dan level onoh selama 8 tahun terakhir. Tugasnya hanya memetakan entropi di sistem dan menuliskannya dalam nyanyian harapan. 
Kata penutup. Iya. Orang narsis harus diobati. Jangan dijauhi.