<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542</id><updated>2011-12-17T17:13:06.152-08:00</updated><title type='text'>Urbanistis...</title><subtitle type='html'>it's just a mind game,
(untuk urbanis kritis)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-1319591283082205681</id><published>2011-12-17T17:13:00.000-08:00</published><updated>2011-12-17T17:13:06.161-08:00</updated><title type='text'>Angin Tanpa Arah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-ccf6684705a7bca2" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v2.nonxt3.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dccf6684705a7bca2%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331084043%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D2AB8F1079A62E199CAA2900C0B497890A42558F.31F8558D6A9EB0EF4425DD3327DED0F7D61091C2%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dccf6684705a7bca2%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DeB1MUjdfYclTDgfvZKeICFxxH-Y&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v2.nonxt3.googlevideo.com/videoplayback?id%3Dccf6684705a7bca2%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331084043%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D2AB8F1079A62E199CAA2900C0B497890A42558F.31F8558D6A9EB0EF4425DD3327DED0F7D61091C2%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3Dccf6684705a7bca2%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DeB1MUjdfYclTDgfvZKeICFxxH-Y&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..............aku disini.....&lt;br /&gt;...........menulis sedikiit kata-kata.....&lt;br /&gt;.....didalam uraian tulisan kertas tisu lusuh......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai angin, wahai langit-langit hitam dengan awan-awan tanpa hujan…&lt;br /&gt;apakah kau lihat harapan itu seperti cahaya ataukah noktah hitam?”..&lt;br /&gt;“Apakah kau lihat harapan itu adalah cela bagi para pendusta, bagi para pecundang?”&lt;br /&gt;“Doa para pecundang hanyalah kepalsuan bagi realita…”&lt;br /&gt;“Aku ingin melangkah ..seperti layaknya langkah-langkah hewan kecil yang baru dilahirkan oleh sang induk yang sayang padanya”..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku ingin langkahku dipenuhi daun-daun yang menguning karena sudah  waktunya untuk musim gugur, karena sudah waktunya kami melihat  harapan-harapan baru,”….&lt;br /&gt;” …meskipun kami harus melewati musim dingin,…meskipun kami sudah melewati musim berbunga”….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Daun-daun hitam dimasa lalu yang ditiupi angin-angin tanpa arah, kini  tersimpan di dalam gubuk-gubuk kelam seorang pengembara tua”…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semuanya tinggal senyum, semuanya tinggal cerita , semuanya tinggal  kenarsisan orang tua…aku berharap untuk menjadi muda dan bisa terus  melangkah dengan impian-impian setinggi langit”…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cih…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemimpi….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===========&lt;br /&gt;sedikit kutipan dari "lantun angin tanpa arah".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-1319591283082205681?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/indrazp' title='Angin Tanpa Arah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/1319591283082205681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=1319591283082205681&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/1319591283082205681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/1319591283082205681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2011/12/angin-tanpa-arah.html' title='Angin Tanpa Arah'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-3676052565307242127</id><published>2011-11-26T07:22:00.000-08:00</published><updated>2011-11-26T16:28:16.007-08:00</updated><title type='text'>Anti Social Media?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-eSsQhxC4Kzs/TtEEm46torI/AAAAAAAAAT0/fgzEPhKu1Ps/s1600/social-media.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="175" src="http://3.bp.blogspot.com/-eSsQhxC4Kzs/TtEEm46torI/AAAAAAAAAT0/fgzEPhKu1Ps/s320/social-media.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Account &lt;/i&gt;facebook sudah punya, &lt;i&gt;account &lt;/i&gt;twitter sudah punya, tumblr juga punya, blog juga punya (walau kurang eksis), sebenarnya masih ingin belajar &lt;i&gt;social media &lt;/i&gt;yang lain, dan memang masih sangat banyak &lt;i&gt;social media&lt;/i&gt; lain. Kata teman, "&lt;i&gt;social media&lt;/i&gt; itu seperti spion pada mobil, kita bisa tau kondisi di sekeliling mobil kita, tanpa harus bertindak seperti &lt;i&gt;stalker &lt;/i&gt;(pengintip /pengintai hidup orang)". Pendapat yang aneh, tapi struktur analoginya cukup konstruktif membuat saya bisa memosisikan diri di dunia &lt;i&gt;social media&lt;/i&gt; yang saat ini sudah menjadi cemilan warga Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menduga, bisa jadi warga Jakarta di lima tahun terakhir adalah warga Jakarta yang "gemuk" oleh informasi, dan "berkolestrol" karena tertempeli &lt;i&gt;mindset &lt;/i&gt;yang macam-macam karena keseringan &lt;i&gt;nyemil social media&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Mindset &lt;/i&gt;yang sebenarnya "lemak" bagi tubuh, sebenarnya sumber tenaga, tapi tak terolah dengan perbuatan nyata, menumpuk, dan bisa membuat mati. Fisik tak mati, tapi mungkin bisa jadi jiwa kita sebenarnya sudah masuk ke alam barzah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang di otak liar ini, fungsi tubuh sepenuhnya dikontrol oleh koordinasi lima indera, tanpa hati. Otak hanya akan menjadi operator yang menjalankan mesin-mesin pengolah referensi.&amp;nbsp; Panca indera menjadi senjata ampuh yang diberikan Tuhan muntuk mendukung pencapaian kita. Panca indera membantu kita dalam mencengkeram ide-ide, dan mimpi untuk memiliki. Rasa ingin memiliki, itulah yang dihasilkan dari koordinasi kelima indera ini. Rasa untuk menguasai kapital, itulah yang seringkali menghinggapi orang-orang yang di otaknya hanya berisi program-program pencapaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dimanakah letaknya hati? ya posisinya tak pernah berubah, selalu menemani usus. Hati versi bangsa ini adalah hati yang sejajar dengan perut. Hati versi samawi (nasrani, islam, yahudi) adalah &lt;i&gt;heart, qalbu&lt;/i&gt;, yang sebenarnya adalah jantung, pemompa darah. &lt;i&gt;Heart is not liver&lt;/i&gt;. Ia diposisikan di atas perut, dan sejajar dengan paru-paru sebagai alat bernafas. Pengistilahan ini membuat pikiran saya mengembara, apakah betul bangsa Indonesia ini bangsa artifisial? Bangsa yang mudah disuguhi materi? Karena kalbu disejajarkan dengan perut?... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke &lt;i&gt;social media&lt;/i&gt;. Saya melihat sebuah fenomena, kaum muda Gerindra mulai "melirik" strategi untuk "memusuhi" &lt;i&gt;social media&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Link&lt;/i&gt;-nya bisa dilihat &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2011/11/18/230825/1770710/10/sasar-pemilih-pemula-pemuda-gerindra-perangi-media-sosial"&gt;disini&lt;/a&gt; . Sebetulnya tidak benar-benar memusuhi, hanya memosisikan diri. &lt;i&gt;Social media&lt;/i&gt; memang senjata ampuh untuk mencapai interkolektifitas. Sebuah cara untuk menjadi keluarga besar yang menghargai pentingnya kapitalisasi ide. Tapi tetap, individu adalah sebuah sosok yang dihidupkan oleh &lt;i&gt;qalbu&lt;/i&gt;. Berserah diri pada referensi, hanya akan membuat kita mayat-mayat berjalan. Normatif, templatis, dan tak bersuara melawan kapitalis. &lt;i&gt;Qalbu &lt;/i&gt;seolah hanya bisa bersuara di alam barzah, ya karena qalbu budak-budak materialis seringkali&amp;nbsp; telah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Social media&lt;/i&gt; adalah &lt;i&gt;privilege &lt;/i&gt;individu bebas. Tapi bukanlah tujuan. &lt;i&gt;Social media &lt;/i&gt;hanyalah batang-batang korek yang membakar individu sejati agar menjadi dirinya sendiri, yang punya hati, yang punya jiwa, dan yang membesarkan semesta, yang membelenggu ego-ego kesombongan atom-atom jagad raya. Kesombongan yang seharusnya tak tampak dari individu yang merdeka. Merdeka untuk berbagi, dan berhati untuk memiliki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-3676052565307242127?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/3676052565307242127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=3676052565307242127&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/3676052565307242127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/3676052565307242127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2011/11/anti-social-media.html' title='Anti Social Media?'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-eSsQhxC4Kzs/TtEEm46torI/AAAAAAAAAT0/fgzEPhKu1Ps/s72-c/social-media.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-1787918140729653770</id><published>2011-11-07T21:22:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T21:22:32.041-08:00</updated><title type='text'>Perempatan Kota</title><content type='html'>just&amp;nbsp; one minute thinking&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://i.ytimg.com/vi/NZLZcl6SW-c/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/NZLZcl6SW-c?version=3&amp;f=user_uploads&amp;c=google-webdrive-0&amp;app=youtube_gdata" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/NZLZcl6SW-c?version=3&amp;f=user_uploads&amp;c=google-webdrive-0&amp;app=youtube_gdata" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-1787918140729653770?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/1787918140729653770/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=1787918140729653770&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/1787918140729653770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/1787918140729653770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2011/11/perempatan-kota.html' title='Perempatan Kota'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-1107043254153971880</id><published>2011-10-23T07:06:00.000-07:00</published><updated>2011-10-23T19:07:44.771-07:00</updated><title type='text'>Berkarya Tanpa Tersandera?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-u9two18cPn0/TqQfSyHsKvI/AAAAAAAAATc/a8M_DgGv_wk/s1600/karyamata.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://2.bp.blogspot.com/-u9two18cPn0/TqQfSyHsKvI/AAAAAAAAATc/a8M_DgGv_wk/s320/karyamata.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Memulai karya baru seringkali adalah pekerjaan yang maha berat. Berat karena memang benar-benar harus baru, seperti tanpa keterkaitan dengan karya-karya sebelumnya. Karya baru itu pun berat karena seolah kita harus terlepas dari keterjebakan sentuhan diri kita pada masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terjadi pada saya dahulu, dan terjadi juga dengan rekan saya, sesama makhluk pembenci hal-hal normatif. Tumben rasanya saya mendapatkan waktu untuk mendengarkan apresiasi darinya, tentang posisi dirinya saat ini. Kata lain "curhat" yang keduluan populer. Istilah curhat agak tak saya sukai, karena seringkali kata curhat menjebak kita untuk subjektif memandang orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memulai sesi apresiasi tentang dirinya, dan saya tinggal menikmati. Ia mengapresiasi dirinya yang berada dalam lembah kejenuhan, setelah berkarya hampir setahun di Jakarta. Ia takut dirinya akan memproduksi karya yang "begitu-begitu" saja, gampang tertebak, membludak ke dalam imaji dan gerbang niatnya. "Saya &lt;i&gt;stuck&lt;/i&gt;, apa yang harus saya perbuat?" sebuah apresiasi yang diakhiri tanda tanya. Ia bertanya pada saya, yang terus terang saat itu terhenyak karena belum siap menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha tersenyum. Tersenyum adalah bentuk jawaban yang biasa saya pertama kali lakukan sebelum berkata. Senyuman bisa berjuta makna, layaknya lukisan Monalisa. Satu hal yang pasti adalah senyuman bisa jadi obat, mungkin untuk dia, dan yang pasti untuk saya. Butuh kurang lebih 10 detik untuk saya mencari kata-kata jawaban yang tepat. Karena urusan niat berkarya adalah urusan yang sangat subjektif, namun berdampak pada &lt;i&gt;objective &lt;/i&gt;(tujuan) hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba Lu pilah lagi urusan lu, mana yang rutin, mana yang benar-benar berkarya," ujar saya. Rutinitas seringkali meninggalkan kesan seperti kita sedang mengisi &lt;i&gt;check list&lt;/i&gt; daftar pekerjaan yang nyata-nyata berulang. Sedangkan karya seringkali membutuhkan energi untuk mencari "wangsit" atau petunjuk dari alam, menghaluskannya dalam coretan ide, mengolahnya dalam sistem yang bertumbuh, dan membungkusnya dengan kesan dan referensi terakhir kita.&amp;nbsp; Berkarya itu seperti menjadikan kita seolah Tuhan, sebuah aktivitas yang agak arogan untuk skala manusia. Namun dengan karyalah kita bisa menunjukkan bahwa kita bukanlah Tuhan. Kita hanya 0/1 nya Tuhan. Rasa lelah dan kehilangan orientasi akan muncul saat kita selesai menyelesaikan sebuah "karya",adalah bukti yang membuktikan bahwa manusia punya batasan. Batasan karya, sesuatu yang sangat manusiawi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan rekan desainer lainnya saya ceritakan sebagai referensi. Rekan desainer tersebut punya ritual rutin saat telah menyelesaikan sebuah proyek bangunan. Ia akan serius untuk berlibur dan seraya menyerap simbol-simbol alam yang baru. Rekan yang saya ceritakan itu menginvestasikan 50%waktu bekerjanya untuk mengisi ulang energi badannya yang tersalur ke karya terakhirnya. Tak heran setiap karyanya seolah memiliki aura, tak datar seperti wajah pengantin yang tak ikhlas dikawin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lu harus cari waktu untuk kembali ke alam, kembali ke haribaan Ilahi dan mendapatkan simbol dan energi baru," ujar saya berkata sambil terpejam. Terpejam karena pembicaraan ini terjadi setelah saya belum tidur selama 36jam. Selain itu, untuk urusan memberi petuah, saya berusaha menghilangkan peran indera saya. Saya berusaha menggali suara-suara berisik di dalam tubuh, yang seringkali berkata. Suara tubuh yang ternyata adalah suara hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gue tau lu baru saja menyelesaikan beberapa karya idealis secara beruntun. Ga heran lah kalo kejadian "kopong ide" ini terjadi. Kerja itu rutinitas, karya itu penciptaan entitas. Jangan meremehkan badan kita saat berkarya," ucapan saya meluncur deras seperti orang sok tahu. Tapi saya yakin dengan ucapan saya itu. Saya yakin dengan kesoktahuan saya saat berhasil mendengar suara hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke, saya akan cari waktu," ujarnya. Kami pun melanjutkan dengan cerita-cerita hantu. Sebuah cara tersingkat untuk mengurangi keterkaitan dengan ruang dan waktu. Sebuah cara yang singkat juga untuk menghargai daging yang telah membantu ruh ini melewati hari.*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Teringat dengan lagu Sujiwo Tejo ~Cinta tanpa Tanda, dan ucapannya di twitter: ""Bunuh" panca inderamu, dan rasakan cinta tanpa tanda. Selamat mengarungi cinta yang tanpa tanda".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-1107043254153971880?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://urbanistis.blogspot.com/' title='Berkarya Tanpa Tersandera?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/1107043254153971880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=1107043254153971880&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/1107043254153971880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/1107043254153971880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2011/10/berkarya-tanpa-tersandera.html' title='Berkarya Tanpa Tersandera?'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-u9two18cPn0/TqQfSyHsKvI/AAAAAAAAATc/a8M_DgGv_wk/s72-c/karyamata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-5930558545580425699</id><published>2011-05-26T10:08:00.000-07:00</published><updated>2011-05-26T10:12:37.449-07:00</updated><title type='text'>Apakah Kita Masih Butuh Politik?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8HMDiX5wseU/Td6JCnYFjJI/AAAAAAAAAQU/crLVt62MTEs/s1600/mei11.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="120" src="http://4.bp.blogspot.com/-8HMDiX5wseU/Td6JCnYFjJI/AAAAAAAAAQU/crLVt62MTEs/s320/mei11.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara cerita perang yang terjadi di hutan-hutan, perkotaan, air, darat, gunung, dan lembah, bangsa Indonesia ternyata terlahir &amp;nbsp;melalui perdebatan, melalui diskusi, dan olah pikir. Tak ada aturan dalam debat saat itu, hanya rasa ingin mendapatkan makna baru dan pelepasan cita-citalah yang membuat tokoh bangsa mengumpulkan semua ego mereka yang berbeda-beda. Kesepakatan menjadi orientasi dalam menyelesaikan masalah bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan itu berjudul undang-undang dasar, dan mungkin masih banyak kekurangannya. Seperti payung kecil, kadang tak cukup menaungi warganegara yang ingin mendapatkan kenyamanan. yak, kenyamanan, bukan kemerdekaan. Bagi orang yang mencari merdeka, memiliki payung saja sudah menjadi anugerah. Memiliki kepercayaan diri dalam menghadapi hujan adalah sebuah amanah. Kenyamanan adalah candu bagi orang yang ingin dimanjakan mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari Undang-Undang, sistem &amp;nbsp;dan organisasi pun tumbuh, tumbuh seperti syaraf otak yang saling tersambung, dan menjadi mesin fikir dalam menyelesaikan masalah kebangsaan. Peraturan tumbuh seperti jalan-jalan raya kota yang saling menghubungkan. Besar, kecil, panjang, lebar, sempit, luas, seperti itulah analoginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang selayaknya bisa menggunakan jalan itu. Tak haruslah kita menggunakan kendaraan jika tak terikat dengan timeline waktu. Cukup berjalan saja, kita bisa sampai di tujuan, kita bisa mendapatkan rasa kemerdekaan dan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi di pusat ibukota ini sungguh seperti komedi. Tak usahlah dianggap tragedi, jika kita masih memiliki solusi dan bayangan indah untuk membuat dunia jadi lebih indah. Mesin-mesin politik mengisi jalan-jalan ibukota hingga ruas terkecil. Itu bukan masalah. Yang jadi masalah adalah pengemudinya tak tau cara menggunakan mobil. pejalan kaki tak ada lagi, karena pasti tergilas. Mobil besar, mobil kecil, saling berebutan ingin menikmati jalan tanpa gangguan, agar bisa sampai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya apa sih arti tujuan, jika akhirnya kita harus mengorbankan jalan yang saling terhubung itu jadi tanpa arah, dan membuat frustasi. Sebenarnya apa sih arti tujuan, jika kita tak bisa berbagi. Nihil... dan memiliki kemampuan terbang, kini menjadi mimpi para politisi-politisi yang tak bisa berkendara...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-5930558545580425699?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/5930558545580425699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=5930558545580425699&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/5930558545580425699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/5930558545580425699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2011/05/apakah-kita-masih-butuh-politik.html' title='Apakah Kita Masih Butuh Politik?'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-8HMDiX5wseU/Td6JCnYFjJI/AAAAAAAAAQU/crLVt62MTEs/s72-c/mei11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-468509182566816885</id><published>2011-02-11T03:16:00.000-08:00</published><updated>2011-02-14T04:00:39.945-08:00</updated><title type='text'>Haruskah Kita Memahami Jakarta?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/TVUrMKfrtuI/AAAAAAAAAQI/zpglBjc8jVI/s1600/blog%2Bgurita.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572407601916524258" src="http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/TVUrMKfrtuI/AAAAAAAAAQI/zpglBjc8jVI/s320/blog%2Bgurita.JPG" style="cursor: pointer; float: right; height: 240px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin  saya bertemu dengan teman saya yang sedang bingung. Bingung antara bahagia atau khawatir. Anaknya kini lebih percaya sponge bob untuk dijadikan ibunya. Ibunya seorang pekerja media di ibukota, tinggal di "samping" Jakarta, dan mungkin melihat anaknya adalah sebuah pertunjukkan  terindah di setiap harinya. Namun saya rasa pertunjukkan yang dibawakan oleh sang Anak di hari itu membuat sang ibu berkendara dengan keterkejutan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada variabel berpikir menarik yang saya dapatkan dari anak tercinta rekan saya ini. Bahwa untuk merasakan dan memahami proses hidup, seringkali kita ga butuh itu namanya pengajaran. Ide spongebob menjadi ibu bagai kembang api di tengah kegelapan. Keliaran indera dan ekplosifnya cara anak mengembangkan daya paham bagaikan mata air inspirasi kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ruang, dengan segala karakteristiknya, mewadahi raga dan barang-barang milik kita. Begitu pula dengan pikiran, dengan segala variabel yang dipikirkannya, menjadi pencetus gerakan kita.  Namun, hal itu menjadi tak berbentuk, tak bisa dipahami, saat kita memainkan runutan (timeline) waktunya secara acak. Semua tatanan ruang, dan tatanan pikir jadi tak ada artinya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman seperti itulah yang saya pahami dulu... Tapi cerita rekan saya ini justru membuyarkan pemahaman tersebut. Anak bisa memahami sesuatu secara utuh, tanpa harus melalui proses runut yang biasa kita lakukan saat belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentransformasi pikirannya menjadi simbol yang ada di kamar. Itulah kemampuan lebih sang anak. Sang Anak begitu inspiratif untuk membuat pikirannya menjadi simpel, namun tetap nyaman dipandang. Anak melihat pikirannya bertansformasi menjadi sosok-sosok utama yang mengisi cerita hariannya. Atau bisa juga simplifikasi pemikirannya terlihat seperti bibit  pohon. Bibit ini bisa jadi apa saja saat ia membayangkan proses tumbuh besar sang pohon.  Inilah yang membedakan anak kecil dan orang dewasa. Orang dewasa seringkali terpancing untuk menggeneralisir sebuah fenomena agar mudah dihapal dan mudah diarahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggeneralisir adalah sebuah fenomena yang membuat sebuah fenomena "seolah" tertangkap dalam satu simbol.  fenomena terlihat seperti pohon besar yang terserabut dari tempatnya, dan disimpan dalam memori. Akar pohon yang begitu kompleks menyebar di tanah tak menjadi kepeduliannya.  Menggeneralisir fenomena seringkali menimbulkan persoalan. Karena simbol tidak dijelaskan lagi secara utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa hubungannya dengan judul blog ini?... ya karena terlalu banyak fenomena yang digeneralisir dalam simbol-simbol. Dan terlalu banyak persoalan yang ditimbulkan oleh simbol-simbol akibat generalisasi ini. Ini nih contohnya:... Ormas dengan simbol agama, pekerja sehat dengan simbol bike to work, Macet jakarta dengan simbol PaMer PaHa nya... Simbol-simbol ini justru mematikan rasa kita pada keterkaitan waktu. Ingin lari rasanya dari masalah ormas agama dengan isi orang-orang penuh nafsu... Boro-boro ingin mengembangkan cerita yang indah dari simbol-simbol yang ada. Justru hanya ada cerita sinis dan pencarian kambing hitam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi bahagia saat mencoba membuat simplifikasi Jakarta. Yak, saya bayangkan Jakarta seperti paul gurita. Gurita yang memiliki banyak kaki (kemampuan), dan bisa meramal (kelebihan) untuk kemenangan kompetisi-kompetisi yang akan terjadi.. Namun betapa tak solutifnya otak saya saat harus menggeneralisir Jakarta dengan simbol benang kusut... hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simplify..yes.. Generalize.. no&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-468509182566816885?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/468509182566816885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=468509182566816885&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/468509182566816885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/468509182566816885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2011/02/haruskah-kita-memahami-jakarta.html' title='Haruskah Kita Memahami Jakarta?'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/TVUrMKfrtuI/AAAAAAAAAQI/zpglBjc8jVI/s72-c/blog%2Bgurita.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-5837288684344677646</id><published>2011-01-30T23:49:00.000-08:00</published><updated>2011-01-30T23:50:26.025-08:00</updated><title type='text'>Hibernasi...ah..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/TUZmtz799HI/AAAAAAAAAP8/K79K9UWvtgw/s1600/hibernasi.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/TUZmtz799HI/AAAAAAAAAP8/K79K9UWvtgw/s320/hibernasi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568250926512075890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Realita  seolah tak berarti saat mimpi tak sanggup untuk hadir".... Nnngg...itu bahasa galau yang keluar dari rekan saya. Ia telah bergadang kurang lebih empat hari lamanya. Nggak kebayang bisa seperti itu.. Tapi itulah kenyataan yang saya dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, lelah juga rasanya kalo kita selalu hidup dan memanfaatkan panca indera tanpa waktu istirahat. Sepertinya diam itu perlu,karena saat diam kita bisa merasakan mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin inilah permainan yang diajarkan Tuhan, nama lengkapnya permainan dinamika hidup. Tuhan memberikan keseimbangan dari semua aspek hidup. Tuhan juga seringkali hadir pada saat kita merasa seimbang. begitu banyak inspirasi yang hadir saat kita berada dalam posisi seimbang. Setiap perbedaan seolah meberikan makna,dan itu adalah inspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah juga mencoba untuk bergadang lebih dari dua hari. Suer, bukan puas dengan hasil kerja yang didapatkan. Kelelahannya menghilangkan interest saya pada apa yang saya lakukan. Dulu, sebelum kerja di media saya adalah seorang creative di event organizer. Namanya terdengar keren, tapi saya membayangkannya seperti kerjaan yang benar benar melelahkan otak. Kerja saya adalah mempersiapkian proposal, menyiapkan publikasi,dan desain panggung untuk event band dan tour band. 3inone. Boro-boro menikmati band yang manggung.. kerja saya adalah mempersiapkan panggung di malam hingga pagi hari, lalu siangnya tidur karena kelelahan, dan bangun malam saat konser usai, pengen nonton, tapi badan tak bisa dipaksa kompromi.Begitu terus selama hampir setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, bayangkan saja otak yang diberi handuk karena terlalu banyak cairan otak yang terpakai untuk dijadikan energi berpikir.... Lebay terdengarnya, tapi itulah pelajaran berharga yang saking mahalnya ga akan saya beli lagi... :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa istirahat itu mahal, saat kita melewati proses yang wajar. Bagi saya, istirahat adalah investasi untuk tubuh, inspirasi untuk mimpi, dan tentunya menurunkan kerja otak yang fluktuatif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-5837288684344677646?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/5837288684344677646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=5837288684344677646&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/5837288684344677646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/5837288684344677646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2011/01/hibernasiah.html' title='Hibernasi...ah..'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/TUZmtz799HI/AAAAAAAAAP8/K79K9UWvtgw/s72-c/hibernasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-1686193305886960252</id><published>2011-01-24T12:19:00.000-08:00</published><updated>2011-01-24T12:51:30.887-08:00</updated><title type='text'>Melintasi Jakarta Tanpa Peluh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/TT3mQEluSKI/AAAAAAAAAP0/HjTRpZXlLoM/s1600/tukang%2Bbubur.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 175px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/TT3mQEluSKI/AAAAAAAAAP0/HjTRpZXlLoM/s320/tukang%2Bbubur.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565857878284060834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir empat bulan saya membisu untuk menuliskan kata-kata di udara Jakarta... oh.. saya sudah tidak di jakarta. Terhitung 5 Desember 2010 kemarin, saya telah pindah ke kawasan Japos,Tangerang, surganya para pekerja sub urban ibukota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran anak membuat saya bahagia, namun itu adalah kebahagiaan yang tak bisa  terbungkus dalam kata-kata. Terlalu banyak bahagia itu, terlalu banyak judul yang harus saya buat hingga saya merasa, menuliskan kebahagiaan tentang anak bisa-bisa jadi bahagia yang basa basi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata orang galau di halte enam bulan yang lalu, "cinta itu perbuatan, pengorbanan, sama sekali bukan kata-kata"... Itulah yang membuat saya berada dalam dunia kontradiksi untuk curhat dalam kata-kata cinta, empat bulan ini ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagia, kesal dengan dinamika politik kantor, membuat saya justru fokus memikirkan hal-hal yang bersifat formal. Tugas ya dikerjakan, rencana ya dijalankan. Empat bulan saya tak banyak melakukan hal-hal yang nakal. Nakal, diluar alur perputaran otak. Menulis di blog ini adalah sebuah hal yang nakal...Huh, terasa bukan di tulisan saya ini, empat bulan tak nge-blog membuat tulisan begitu formal, tidak nakal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya cerita baru pun tertulis...&lt;br /&gt;Kenakalan itu bisa jadi hal yang formal...ternyata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan mengirimkan "kenakalan" itu pada saya tadi pagi, dalam bentuk kisah nyata sang penjual bubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri saya yang supel, menggemari bubur ayam yang dijual di gerobak motor. Motor bergerobak tepatnya. Rasanya enak, ada tongcai (wortel kering yang asin) ala makanan Cina. Enak bukan karena bubur ayam yang bergerobak standar, yang dijual sebelum tukang bubur bermotor ini datang,  rasanya seperti air payau. Tapi karena memang bumbunya meresap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bubur meresap membutuhkan waktu. rasanya yang enak menimbulkan rasa ingin tahu. Istri saya pun bertanya, "Mas, tinggal di mana, kok bisa siang terus jualannya?," ... "Saya dari Tambun, Mbak"... "Tambun? Bekasi? Jauh tuh Mas"... "Ya mau gimana lagi Mbak, namanya cari uang"... pembicaraan terhenti, karena istri saya masih takjub membayangkan jarak jauhnya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan sang tukang bubur, dari Tambun ke Tangerang adalah sebuah  perjalanan yang mungkin melelahkan baginya. Namun peluhnya sudah dibungkus dalam kata-kata, "ya mu gimana lagi mbak, namanya cari uang." Peluhnya adalah sebuah kata-kata kepasrahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak tahu pasti, keterkaitan rasa yang enak itu dengan perjalanan jauhnya. Saya tak tahu pasti, bisa-bisanya kota Jakarta tak lagi jadi target tempat berjual bubur baginya. Ia melintasi Jakarta. Tapi ia tak mencari Jakarta... jakarta kelewatan baginya... Jakarta hanyalah sebuah lintasan waktu.. yang mungkin membantu menggurihkan ramuan buburnya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-1686193305886960252?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/1686193305886960252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=1686193305886960252&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/1686193305886960252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/1686193305886960252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2011/01/melintasi-jakarta-tanpa-peluh.html' title='Melintasi Jakarta Tanpa Peluh'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/TT3mQEluSKI/AAAAAAAAAP0/HjTRpZXlLoM/s72-c/tukang%2Bbubur.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-3792261899911129512</id><published>2010-09-18T06:57:00.000-07:00</published><updated>2010-09-18T07:05:35.370-07:00</updated><title type='text'>Kata-kata cinta dari #sekoci (sekedar konsultasi cinta) grup @ twitter :D</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/TJTHIX9UpHI/AAAAAAAAAPo/2eXwdkWWHWE/s1600/l.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 181px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/TJTHIX9UpHI/AAAAAAAAAPo/2eXwdkWWHWE/s320/l.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518254390119801970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... Merasakan ada dan tiada.itulah  cinta...nafsu hanya membawa kepada ada yang tiada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... Senyum itu seperti mesin waktu..﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... Mncintai ssuatu yg tdk mencintai kita, hnya mnghasilkan mimpi buruk.. Literally nightmare, tp bisa mmbuka ruang doa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... Jika setiap hela nafas berisi syukur, itulah kebahagiaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... Ktdkpedulian spt padang pasir.. Apa yg hrs ditakutkan oleh kafilah.. Ketika punya bekal &amp; tujuan.. Tak prlu brhrp bnyk pada oase..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... Betapa cinta itu seperti rasa syukur yang mengalir dalam darah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... Bersyukurlah utk yg msh mmiliki cinta.. Krn cinta adlh tugas pertama dr Tuhan yg dilakukan hati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... Walaupun karakter desa asal tlh brubah jd mterialis,modernis&amp;templatis.. Ada satu yg tdk brubah... Desa asal sll jd penguat cita2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... Lebaran kini identik dg pulang kampung...kembali mengenali asal, adalah salah satu cara mudah untuk mensyukuri nikmat cinta :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... Masalah membuat kita lepas dr jebakan template, &amp; hebatnya, cinta itu tak ada templatenya... cinta itu katalis solusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... Ruang hati tak berjendela membuat kita merasa gelap, kerdil dan lelah.. Jendela itu ada, ialah harapan yg bisa dibuka dg kemauan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... Bermasalah dengan cinta? Lihatlah cinta sbg kumpulan peluang.. Karena peluang mncerahkan hati dan mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... Love is absurd, when u make decision while stuck and have no direction..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... Faith is wine.. Heart is glass.. And you're the taste..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... Cinta tak butuh niat.. Tapi bisa jadi niat.. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... Butuh benci utk rasakan cinta.. Temukan benci pd tmpt yg tak bs dilangkahi..yaitu masalalu..benci jd pnyesalan yg memupuk cinta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... dengan cinta.. tujuan terlihat seperti titik cahaya di ujung trowongan ikhtiar... takkan ia terlihat spt dasar sumur yang dlm..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... Maha Suci Engkau yang mencipta Subuh.. Saat ruh dan badan terasa berkompromi siapkan harinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci... Rindu itu madu.. Jarak itu candu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#sekoci...awalnya adalah wadah yg dibuat utk mendaptkan keleluasaan berimajinasi.. namun kmdn malah dikutuk membawakan lagu2 cinta di kafenight ars unpar... :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-3792261899911129512?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/3792261899911129512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=3792261899911129512&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/3792261899911129512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/3792261899911129512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2010/09/kata-kata-cinta-dari-sekoci-sekedar.html' title='Kata-kata cinta dari #sekoci (sekedar konsultasi cinta) grup @ twitter :D'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/TJTHIX9UpHI/AAAAAAAAAPo/2eXwdkWWHWE/s72-c/l.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-7929974850520733513</id><published>2010-04-06T08:38:00.000-07:00</published><updated>2010-04-06T09:23:50.105-07:00</updated><title type='text'>It's Just Free Life and Free (Urbanist's) Writing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/S7tf5EcUHHI/AAAAAAAAAPQ/xu2uX2UdwXo/s1600/blog.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/S7tf5EcUHHI/AAAAAAAAAPQ/xu2uX2UdwXo/s200/blog.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457060807539170418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampu sen kanan baru saja saya nyalakan. Saya ingin berputar balik di salah satu U-turn Jalan Panjang, Jakarta BArat. Perasaan tak ada yang membuat saya khawatir dengan tindakan saya ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..Kecuali motor di belakang saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara berdecit dari arah belakang saya terdengar jelas. Suara dari karet ban yang beradu dengan jalan beton busway membuat saya menatap spion kanan saya sejenak. Ada motor yang merangsek ke arah belakang motor saya. Untunglah saya segera memutar gas untuk menghindari benturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benturan memang terhindarkan. Tapi suara teriakan laki-laki berteriak di belakang saya begitu mengganggu telinga. "Sini kamu!"... teriak suara itu, yang ternyata setelah saya toleh, seorang lelaki berseragam SMA.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm...Inilah Jakarta. Jadi orang baik saja tidak cukup. Jakarta sepertinya butuh lebih banyak orang baik yang kreatif... Saya berusaha menahan emosi. Melampiaskan emosi pada anak SMA yang emosian tak akan saya catat di portofolio saya...jadi saya berusaha memperlahan nafas saya yang mulai terbawa adrenalin... Dan sedikit terpejam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya pelajaran salah satu guru silat saya mengenai pengendalian diri menjadi berkah buat saya. Pelajaran itu tiba-tiba terbayang di kepala. Ucapan guru saya yang menyebut "Rendahkan ego, maklumi orang lain" itu membuat saya tiba-tiba ingin tersenyum saat menatap anak SMA emosian itu. Tiba-tiba terbayang bayangan seorang satpam yang kurus kecil dari, namun begitu galak. Saya tak tega untuk melawannya...sekali lagi.. ga pantas untuk portofolio saya... :)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya dekati dan katakan. "Maaf De".. Jadi gimana solusinya biar ade bisa cepet sampai tujuan?".... Apa perlu saya kasi ongkos jajan?".... Anak SMA itu terdiam. Dan anehnya, dia sepertinya terenyuh dan menelan ludah... dan tiba-tiba mengucapkan, "Maafkan saya Pak, tadi saya ga melihat... kebetulan saya sedang SMS-an". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh pantes. Begitu sering saya melihat pengendara yang sok multitasking. Mungkin anak SMA ini termasuk perkumpulan multitasking itu. Sepertinya kemampuan multitaskingnya membantunya untuk mengatur cepat adrenalinnya itu, sehingga tersadar akan kelalaiannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm...Kami berpisah..Saya melanjutkan perjalanan. &lt;br /&gt;Namun sialnya ..giliran saya yang menerawang jauh.. saya hentikan saja sejenak perjalanan di pinggir kios untuk menikmati C-1000. Minuman vitamin C ini memang membantu saat hidung terasa gatal karena flu..Itung-itung menyembuhkan diri..dan memberikan ruang waktu untuk menerawang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multitasking...itu adalah kondisi yang sering (harus) dilakukan saat ini. Saat teknologi semakin memangkas jarak dan waktu. Yang tersisa adalah "remote-remote" kepentingan yang ada di depan kita untuk segera ditekan. Tak butuh lah kita melangkah jauh untuk mencapai tujuan kepentingan kita. Sudah ada teknologi yang bisa membuat kita mengabaikan jarak dan waktu untuk mencapai tujuan... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multitasking..membawa persoalan baru..Banyaknya kontrol yang harus menjadi bagian dari indera kita menjadikan kita sering kehilangan kontrol atas kerja hormon adrenalin. Emosi itu memang seringkali terjadi akibat harapan yang lama tertahan. Terbawa oleh keinginan, dan kadang hanya kita yang tahu... Adrenalin memang membantu kita fokus atas satu titik masalah.. Tapi Adrenalin yang tersalurkan pada kontrol yang salah hanya akan membuat emosi yang mengakibatkan keluarnya peluh secara sia-sia....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multitasking memang rawan kelalaian. Tapi multitasking adalah senjata saat kita butuh sesuatu yang instant dan menghasilkan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu hal lagi yang bisa jadi pelajaran saya..Sebanyak apapun "remote kontrol" di depan kita..yang menentukan pilihan itu kita.. bukan program yang ada di televisi..bukan stasion yang ada di radiotape..dan yang menentukan bukanlah jam dinding yang terus berputar..... multitasking dan dijajah kepentingan adalah situasi yang saling berlawanan.. multitasking itu konsekwensi... dan dijajah itu adalah sebuah missapresiasi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingin menantang anak SMA tadi..kapan-kapan dia harus pakai gadget yang lebih canggih lagi.. jadi saat bermotor bisa tetap bersms dan menelepon ria.. tanpa harus lalai dan emosi lagi..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-7929974850520733513?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/7929974850520733513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=7929974850520733513&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/7929974850520733513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/7929974850520733513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2010/04/its-just-free-life-and-free-urbanists.html' title='It&apos;s Just Free Life and Free (Urbanist&apos;s) Writing'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/S7tf5EcUHHI/AAAAAAAAAPQ/xu2uX2UdwXo/s72-c/blog.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-1157376662364707273</id><published>2010-04-06T05:09:00.000-07:00</published><updated>2010-04-06T05:23:34.171-07:00</updated><title type='text'>Puisi Sore Para Urban</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/S7snleuArII/AAAAAAAAAPI/_ynRcx5abBo/s1600/puisi+sore.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/S7snleuArII/AAAAAAAAAPI/_ynRcx5abBo/s320/puisi+sore.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456998898344176770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sore&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinggiran danau jadi coklat&lt;br /&gt;tanda ikan mulai merekat tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya diri yang rapuh mengingat janji&lt;br /&gt;Lihat mega tertunduk salut pada hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabir waktu yang terbuka&lt;br /&gt;Tinggalkan sisa keringat&lt;br /&gt;Semua kini kan jadi dulu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Kidung Malam&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(sebuah re-creating yang terbias dari tulisan puisi Alla Noia-Guiseppe Ungeretti) :D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salamku untuk dunia&lt;br /&gt;yang membawakan cerita&lt;br /&gt;tuk anak kecil tertidur malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diantara detak detik jam dinding&lt;br /&gt;suara-suara bercerita&lt;br /&gt;kesendirian angin, malam, dan basahnya rerumputan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga terlelap wajah di dalam bingkai kayu tua&lt;br /&gt;menikmati alunan nafas&lt;br /&gt;kini jadi titian mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbitlah mimpi, bawalah hati&lt;br /&gt;pada kerangka dunia baru&lt;br /&gt;bernama esok hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Obat Tidur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan abu-abuku&lt;br /&gt;jadikan daun sekeras besi tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepala terantuk, bisa jadi salam&lt;br /&gt;padaku yang belum mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini tirani&lt;br /&gt;layaknya tersupiri bus malam kebut-kebutan&lt;br /&gt;saatnya kini angkuh&lt;br /&gt;jadi sarapan syaraf kantukku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sampai ke Rumah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh aku berlari kencang&lt;br /&gt;dengan tangan mengembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lewati genangan&lt;br /&gt;lewati terang&lt;br /&gt;dan suara keras benturan batuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kurasa tanah yang menyekat&lt;br /&gt;hingga rasa kuning pandangan mata&lt;br /&gt;dekat kulit kuningmu&lt;br /&gt;berada di pelukmu&lt;br /&gt;terlelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hujan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah bebatuan terbawa air bah&lt;br /&gt;Tapi terbawa gunung mendung yang membuat terbelalak&lt;br /&gt;membuat lari dan ucapkan hujatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hilangkan sombong&lt;br /&gt;tampilkan layu sesaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti bajay dan ojek bertabrakan&lt;br /&gt;di siang hari tempat bertopi dan lapar&lt;br /&gt;terus berputar, hingga terlihat hanyalah gunung, horison, dan dalamnya laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubutuhkan tongkat Musa&lt;br /&gt;yang membuat awan datang membelah panas, memberi sejuk&lt;br /&gt;hilangkan takut akan lintasan terik menimpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai aku tak abai&lt;br /&gt;tak harus aku rasakan gelap hingga ketiduran&lt;br /&gt;hingga bisa rasakan mewah, rasakan sejuk&lt;br /&gt;Berbaring di atas rumput&lt;br /&gt;Mimpikan ilham..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(sedikit berbagi puisi hasil dari sesi clustering and re-creating creative writing.. :D )&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-1157376662364707273?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/1157376662364707273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=1157376662364707273&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/1157376662364707273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/1157376662364707273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2010/04/puisi-sore-para-urban.html' title='Puisi Sore Para Urban'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/S7snleuArII/AAAAAAAAAPI/_ynRcx5abBo/s72-c/puisi+sore.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-987299196572051071</id><published>2010-01-21T03:46:00.000-08:00</published><updated>2010-01-22T01:13:15.191-08:00</updated><title type='text'>Asasi Usang Yang Membunuh...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/S1hTT_FktVI/AAAAAAAAAOo/tPpovH3pqdE/s1600-h/asasi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 229px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/S1hTT_FktVI/AAAAAAAAAOo/tPpovH3pqdE/s320/asasi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429180953612563794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup di ibukota laksana hidup di  dalam lingkaran yang tak terlihat seperti lingkaran, namun kumpulan titik-titik. Butuh teropong*) khusus yang bisa menjauhkan jarak pandang, hingga kumpulan titik titik itu jadi sekumpulan garis lengkung yang tak terputus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, kesempurnaan ibukota sebenarnya tersusun dari kumpulan titik titik yang berbeda. Kesempurnaan ibukota tersusun dari sebuah perbedaan yang selalu mengikat. Tak butuh lem khusus yang bisa membuat ikatan titik titik itu... cukup uang dan waktu saja yang bisa mengikatnya.Itulah yang terjadi saat kota ini masih produktif, masih menghasilkan makna-makna dan ikatan-ikatan transaksi yang saling memuaskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa setiap titik di setiap detik mengeluarkan makna yang bisa saling dukung dan  bisa bersinggungan. Di waktu tertentu titik-titik itu membuat sebuah realita jadi terbaca mata, terdengar kuping,terbau hidung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada kalanya titik titik itu terbutakan...&lt;br /&gt;hingga matanya hanya melihat isi otak...&lt;br /&gt;kupingnya hanya mendengar detak jantung...&lt;br /&gt;hidungnya hanya menghirup bau darah..&lt;br /&gt;Kala itu datang saat titik terlihat sempurna, layaknya lingkaran kecil yang tak lagi tersusun atas titik. Saat titik merasa diri cukup, dan tak butuh lingkaran kesempurnaan. Kesempurnaan diri kini adalah asasi yang membunuh... memutuskan simpul-simpul kita dengan putaran waktu dan uang. Dua hal penting yang jadi komponen pemutar lingkaran ibukota...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kecenderungan baru di ibukota, Para saudagar memelihara lawan-lawan mereka. menciptakannya, merawatnya, dan menjadikan lawan mereka sebagai senjata. lawan bisa dibungkam dengan kecerdasan kolektif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para saudagar berpengaruh berusaha memutuskan simpul simpul otak lawan hingga mereka berdiri sendiri, keasyikan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para saudagar berpengaruh menjadikan tanah pijakan lawan sebagai teman mereka. Hingga apapun dan bagaimanapun kontur tanah pijakannya,  sang titik tak akan, dan tak mampu untuk bisa membuat terowongan yang menembus gunung. Mereka hanyalah sekumpulan titik titik berasasi usang yang sedang membunuh dirinya sendiri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lawan saudagar ini tak lain adalah manusia berasasi yang abai pada waktu dan uang... oh jakarta... *)mataku belum lepas dari teropong...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-987299196572051071?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/987299196572051071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=987299196572051071&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/987299196572051071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/987299196572051071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2010/01/asasi-usang-yang-membunuh.html' title='Asasi Usang Yang Membunuh...'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/S1hTT_FktVI/AAAAAAAAAOo/tPpovH3pqdE/s72-c/asasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-5303743835666168831</id><published>2009-11-11T22:03:00.000-08:00</published><updated>2009-11-12T07:26:09.997-08:00</updated><title type='text'>Saat Jiwa Tak Ingin Disuap Realita..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Svuvluh90nI/AAAAAAAAAOc/LrekJAs6snA/s1600-h/jiwa1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Svuvluh90nI/AAAAAAAAAOc/LrekJAs6snA/s320/jiwa1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403105240641557106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam masih terlalu terang, &lt;br /&gt;terlalu silau untuk menyelesaikan jadwal tugas-tugas yang merambat &lt;br /&gt;di catatan kegiatan hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secangkir kopi pun hanya mampu melembutkan dua helaan nafas &lt;br /&gt;dikala melihat tema-tema baru, yang harus diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keheningan malam ini terlalu bergemuruh untuk telinga yang sedang ingin mendapatkan suara nol desibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hanya aku yang mengalami, atau banyak dariku yang menatap pekerjaan seperti mengurus pengawal-pengawal pembuat aman...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita sendirian...namun tetap merasa suasana terlalu ramai ....padahal realitanya, kita sedang benar-benar sendiri... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keheningan yang kita rasakan seringkali terasa ramai&lt;br /&gt;Santainya kita seringkali terasa sibuk&lt;br /&gt;Gelapnya ruang kadang terasa silau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya gelombang otak masih berfluktuasi tajam dengan frekwensinya yang tinggi..&lt;br /&gt;Butuh penenang yang lebih dahsyat dari sekedar keheningan dan ketenangan..&lt;br /&gt;Butuh sebuah antitesis untuk menjadikan gelombang otak yang stabil...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fluktuasi memang membuat hidup menjadi dinamis&lt;br /&gt;Tapi kedinamisan itu kadang membuat kita hampa..&lt;br /&gt;Sehingga kehampaan tetap tak terobati pada saat kita diam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realita yang menawarkan begitu banyak kesenangan, terkadang ditampik jiwa..&lt;br /&gt;Jiwa hanya ingin keseimbangan yang memberi makna&lt;br /&gt;bukan ketenangan yang berisi pertanyaan tanpa jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hidup tak hanya berbuat.. tapi hidup adalah menjawab...&lt;br /&gt;Seberapa sering kita berhasil memberikan jawaban.. di padatnya hidup kita?... &lt;br /&gt;seberapa sering jawaban yang kita berikan..hanya kita jadikan sebagai santapan peliharaan harian kita..yaitu nafsu kita.. dan jawaban itu seakan bukan untuk hati kita sendiri... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nafsu.. kadang jadi peliharaan favorit kita..&lt;br /&gt;kadang terlalu kuat mengawal kita...&lt;br /&gt;hingga kita jauh dari realita....penikmat karya kita....pijakan hidup kita ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*_*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-5303743835666168831?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/5303743835666168831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=5303743835666168831&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/5303743835666168831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/5303743835666168831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2009/11/saat-jiwa-tak-ingin-disuap-realita.html' title='Saat Jiwa Tak Ingin Disuap Realita..'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Svuvluh90nI/AAAAAAAAAOc/LrekJAs6snA/s72-c/jiwa1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-2839355254934769456</id><published>2009-10-06T04:32:00.000-07:00</published><updated>2009-10-06T05:45:13.467-07:00</updated><title type='text'>Goyangan para Templatis Ibukota</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Sss2hQLMGDI/AAAAAAAAAOU/Hr1RXZ1TB_g/s1600-h/gempa.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 205px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Sss2hQLMGDI/AAAAAAAAAOU/Hr1RXZ1TB_g/s320/gempa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389461323984410674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tak bosan-bosannya mengingatkan kita, untuk selalu berpijak pada realita. Realita? Yak, realita,sebuah kondisi dimana disitu ada perbedaan, persoalan, dan harapan yang harus diikat dalam sebuah penyikapan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita lupa untuk memijak di realita yang ada. Pijakan kita teracuni oleh template-template pemikiran barat. Lihatlah orang-orang yang terjebak pada template idealis, pragmatis, dan normatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan diperburuk saat seseorang terjebak dalam dunia kerja yang beraura kapitalis. Cita-cita untuk pencapaian produksi malah menurunkan arti hidup orang lain yang hidup di sekitarnya. Sikap templatis mengorbankan cita-cita. Penyebabnya, tak lain dari pengabaian arti perbedaan, pengabaian atas persoalan baru, dan harapan yang memburu menjadikan seseorang kehilangan orientasi di ibukota. Baginya,  waktu berputar cepat hingga menghela nafaspun menjadi sebuah kemewahan. Kemewahan menghela nafas... itulah kemewahan ala para templatis yang  bermandikan cahaya ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi pada ikatan penyikapan... Apa yang salah dari para templatis ini?.. Saya, yang mencoba untuk jadi urbanis kritis... hanya menilai.. idealis, pragmatis, dan normatif bukanlah sikap, itu hanya sifat.Template-template itu hanyalah variabel dalam bersikap. Sikap itu sebenarnyasolusi, yang tersusun dari hitungan-hitungan angka bervariabel. Kita sendiri mengerti, variabel tak layak ditampilkan dalam hasil... dan tak layak untuk dijadikan sebuah kebanggaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi adalah hasil insan-insan baik di ibukota, maupun di desa. Namun bedanya, dikota, proses adalah sebuah cerita yang terpisah dengan hasil produksinya.Setiap orang memiliki proses dan cara berbeda dalam menghasilkan  produksi.Kenapa bisa terjadi? latar belakang pendidikan adalah dalangnya. Pendidikan membuat perbedaan.. pendidikan membuat kita semakin merasa bodoh. Itulah yang membuat orang-orang kota men'cara'i dirinya agar merasa lebih pintar. Di desa... proses menjadi sebuah kesatuan dengan produksi. Template adalah sebuah keniscayaan yang bisa dinikmati bersama. Jadi ... agak aneh rasanya bila melihat orang kota mengagungkan template, apalagi template itu dari negara antah berantah, yang asbabunnuzul(latar belakang terjadi)-nya pun kita tak tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikota...darimanapun kita berasal..kita bisa jadi apa saja....dan kita selalu tertantang untuk terus berhitung... semakin kita menguasai sebuah hitungan..kita akanm merasa puas. Untungnya Tuhan selalu memberikan tantangan untuk hambanya, agar terus lebih bermakna. Dibandingkan hitungan-hitungan variabel ala manusia, Tuhan  bekerja lebih pintar dari kita. Ia selalu berhitung dengan variabel lebih banyak dari yang kita miliki...hingga dinamika hidup terus berisi makna-makna baru... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sialnya.. manusia cepat untuk berpuas diri. Saat kita telah menjadikan variabel itu menjadi template kita (karena merasa hitungan jadi ternikmati karena mudah), kita justru menganggap template itu menjadi berhala kita  untuk mendapatkan jaminan hidup sempurna  di ibukota .  Tak heran,   Tuhan pun punya hak untuk mengingatkan kita, dengan menambahkan variabelnya dengan cara yang lebih nyata... agar kita ingat..kita harus terus berhitung..dan terus menambah variabel itu.. agar Realita jadi berisi solusi yang terus disempurnakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realita bukanlah daftar menu yang penuh imaji.. ia adalah makanan yang bisa kita nikmati langsung.. tanpa imaji...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah... seruputan kopi susu membuatku ingin menulis sedikit "puisi" :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau ingatkan kami sbagai manusia, &lt;br /&gt;Bahwa bumi adalah pijakan kami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau yang Baik,&lt;br /&gt;diriku tak pantas ber ayat&lt;br /&gt;melakoni diriMu yang berfirman..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan berikan kami jalan&lt;br /&gt;kekuatan berpijak..&lt;br /&gt;Melangkah di sela reruntuhan mimpi kami..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan yang beri hembusan nafas&lt;br /&gt;kumohon jaga langkah kami&lt;br /&gt;ampuni kami.. orang-orang di kota....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-2839355254934769456?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/2839355254934769456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=2839355254934769456&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/2839355254934769456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/2839355254934769456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2009/10/goyangan-para-templatis-ibukota.html' title='Goyangan para Templatis Ibukota'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Sss2hQLMGDI/AAAAAAAAAOU/Hr1RXZ1TB_g/s72-c/gempa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-3069519392689536932</id><published>2009-04-10T20:22:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T20:43:36.460-07:00</updated><title type='text'>Usai Sudah Pagelaran Politik "Menor" itu...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SeAR1ThuT3I/AAAAAAAAANk/ebAHBx7OE3Y/s1600-h/tes.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SeAR1ThuT3I/AAAAAAAAANk/ebAHBx7OE3Y/s320/tes.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323274367024385906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hufff.. &lt;br /&gt;Kampanye setahun kampanye politik telah usai. Tinta di kelingking pun yang katanya ga akan hilang selama seminggu pun sudah hilang lima jam sejak pulang dari TPS. Banyak kerancuan yang telah dilewati. SEmoga saja ini bukan pertanda kita akan melewati tahun-tahun penuh kerancuan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik yang semakin rancu, dipraktekkan oleh politikus-politikus bergincu. Mereka sepertinya seolah baru menemukan "make up" berupa teknologi media yang bisa menyampaikan ide ke publik dalam sekejap.  Make up itu mereka pakai secara berlebihan. Spanduk-spanduk, baligo-baligo seukuran 54m2 (kalau saja ada percetakan yang bisa mencetak baligo sebesar lapangan bola, mungkin akan banyak yang memilih itu)memenuhi ruang-ruang kota. Kota yang menjadi kotor, dan jengah dengan slogan jualan diri ala politikus bergincu. Semua butuh hiasan saat menyampaikan ide mereka. Mungkin ada beberapa saja yang berhasil melakukan kaderisasi yang bersih, namun tetap , tawaran pabrik gincu dan pabrik make up begitu menggoda untuk dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media, kini adalah kurir pengantar ide-ide politikus bergincu. Ide-ide mentah, yang berisi tawaran agar rakyat (rakyat siapa?)jadi bahagia  memenuhi ruang-ruang jalan, hingga ruang-ruang pikiran. Pikiran dipenuhi oleh kementahan ide yang membuat mual perut. Smua memainkan warna-warna dalam make upnya. SEmua terlihat menor. Dandanan menor yang memenuhi ruang-ruang jalan kini kembali kerumah. Model-model menor telah usai melewati masa casting. Yang terpilih akan duduk di rumah mode SEnayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota-kota yang mulai bersih, kini kembali menyampaikan pesan dedaunan yang kemarin telah kadung tertutup baligo. Dedaunan dan pepohonan ternyata berteriak, "Apakah kami ini hanya menjadi tempat kau berpijak untuk berteriak pada sesamamu?". "Apakah kami ini hanyalah dedaunan yang senang kau tebang?". Pohon dan dedaunan, kini membentuk ruang kota. Ide hijau kini memenuhi ruang-ruang kota. Semoga lain kali, para politikus bergincu tak memakai dan menutupi ruang-ruang kota dengan pesan menor mereka. Saya, pohon, dan daun, sudah muak. Ruang kotaku adalah milik mata yang menerawang alam. Bukan untuk pesan-pesan beride mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik aku melihat mereka menyiram dan memelihara ruang yang telah ada. Daripada harus melihat mereka bergincu di atas pohon. Rasanya lebih baik melihat tarzan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-3069519392689536932?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/3069519392689536932/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=3069519392689536932&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/3069519392689536932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/3069519392689536932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2009/04/usai-sudah-pagelaran-politik-menor-itu.html' title='Usai Sudah Pagelaran Politik &quot;Menor&quot; itu...'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SeAR1ThuT3I/AAAAAAAAANk/ebAHBx7OE3Y/s72-c/tes.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-2963608167344188509</id><published>2009-03-22T21:35:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T21:49:40.944-07:00</updated><title type='text'>Revolusi Ide.. sebuah pra dogma</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SccUtYfe8WI/AAAAAAAAANc/OzpzBGYMp_Y/s1600-h/amoeba-disjunction.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SccUtYfe8WI/AAAAAAAAANc/OzpzBGYMp_Y/s320/amoeba-disjunction.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316240655035330914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hidup itu adalah rasa syukur.. yang terikat waktu… &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah mungkin intro yang tepat untuk cerita dibawah ini. Cerita tentang berharganya diri kita, lingkungan kita, dan waktu kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada yang memperhatikan, bila kita mau, waktu membuat kita berpikir lebih luas, lebih kompleks dan lebih sistematis? Padahal, pemikiran itu hanya berasal dari satu ide.. seperti bola salju..meluncur dari puncak bukit kontemplasi kita.. lalu  memantul dan membentur dinding-dinding realita  di bawahnya. Bola itu semakin membesar dengan gulungan-gulungan realita, yang siap menerjang realita lain yang menghalang....dan akhirnya sang penghalang pun mengikuti bulatan dan putaran bola salju besar itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bola salju besar itu, bila kita lihat hanyalah ide yang terbungkus oleh logika realita. Logika-logika itu terikat dalam sebuah sistem. Sistem bola. Yang siap punya kemampuan berputar, bahkan merusak. Perputarannya adalah sebuah proses revolusi, yang bisa menggulung apa saja, siapa saja, kapan saja, selama masih berada di lereng miring yang dilewatinya. Revolusi akan berhenti, ketika ada keseimbangan, lahan datar, yaitu ketika nilai kebutuhan (baik individu maupun kelompok) telah sesuai dengan nilai produksi (individu atau pun kelompok). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul note ini memang revolusi ide. revolusi, karena revolusi adalah sebuah pembentukan sistem, pergerakan/putaran yang membesarkan arti realita. Ide, karena kini point ide lah yang bisa dijadikan bibit “bola salju” itu. Dahulu kita pernah mengalami revolusi perdagangan, revolusi industri, revolusi energi, revolusi informasi… hingga semua itu berlabuh pada bidang datar yang bernama dunia tanpa jarak. Hanya waktu yang memberikan perbedaan di dunia ini. Keseimbangan muncul ketika kita berbicara masalah akses informasi, akses barang, akses mesin industri. Siapa yang masih benar-benar masih tak bisa menjangkaunya diluar kendala modal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semua sistem kehidupan sudah saling terhubung, seolah tanpa jarak, maka yang kita tunggu adalah, apakah ada ketidak seimbangan lain yang akan terjadi?.. maka bila itu terjadi, tak usah menunggu.. bola salju pasti akan meluncur….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sistem kehidupan ini tersusun tidak sendirinya.. Butuh waktu ratusan, bahkan ribuan tahun hingga akhirnya kita sampai ke masa semua serba “dekat” ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbentuknya  sistem ini tak lepas dari adanya pergerakan revolusi, atau jika dianalogikan seperti adanya bola yang meluncur deras, yang membenturkan realita, hingga akhirnya membentuk sistem-sistem kehidupan yang ada. Semua membutuhkan logika, logika berdasarkan system yang telah ada…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengingat-ingat lagi…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi Perdagangan membuat negara harus menstrukturisasi sistem di negerinya agar mampu melakukan perdagangan antar benua, hingga akhirnya harus mengkolonisasi negeri-negeri yang tak “mampu” mengimbangi "tren" kolonisasi yang terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi Industri membuat negara-negara harus menstrukturisasi sistem Industrinya, hingga mampu mengimbangi pertumbuhan produksi dan cepatnya distribusi barang melalui  jalur perdagangan. Revolusi ini menciptakan negara-negara produsen, dan Negara-negara yang ditakdirkan jadi konsumen sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi Energi muncul akibat munculnya ketidakseimbangan penggunaan bahan bakar. Baik akibat industri, perang, maupun akibat kebutuhan penggunaan energi untuk penunjang kehidupan.revolusi energi terkait langsung dengan revolusi sebelumnya dan revolusi setelahnya (seperti yang akan diutarakan di bawah)…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi informasi muncul ketika ketidakseimbangan kebutuhan hidup dengan sarana tertentu, tidak diimbangi dengan informasi cara menggunakannya.. maka timbullah “mata air-mata air” yang memberikan solusi atas dahaga informasi itu. Dalam perkembangannya, siapapun yang bisa mengelola sumber informasi itu “hampir” bisa melakukan segalanya. Dari permainan politik, permainan bisnis, bahkan bisa membentuk sebuah kolonisasi baru berbentuk serbuan-serbuan gaya hidup. Gaya hidup baru ini membentuk sebuah industri baru, dan “mungkin” saja jiwa-jiwa baru. Yang lebih individualistis, namun lebih mudah diatur, seperti buih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;..Mencoba berhenti sejenak….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua elemen kehidupan kini lebih mudah diraih, dan lebih mudah digali pesan-pesan apa saja, skenario apa saja yang akan dimainkan oleh para pemegang saham skema revolusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kelengkapan sarana, pasti ada yang tidak lengkap.. Ini bila melihat dari teori keseimbangan. Apa yang menjadi kekurangan kita di masa semua serba lengkap dan serba dekat ini?... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini waktu berputar terasa lebih cepat, karena setiap detik seolah mengirim maknanya tersendiri. Yang harus kita tangkap adalah, semakin orang yang tak kuasa menangkap makna-makna dari setiap detik waktu yang berjalan. Banyak orang yang overload, banyak orang yang nge-hang, bahasa kasarnya, banyak orang yang susah karena perbuatannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yang dibutuhkan saat ini adalah.. ide.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide membuat makna yang terkandung di alam bisa jadi lebih terolah. Betapa dahsyat jadinya bila setiap detik waktu kita memiliki rencana yang terkait kuat dengan realita? Sehingga setiap langkah kita memiliki jejak yang kuat dalam kehidupan sosial kita? Kehidupan pekerjaan kita?..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan datang masanya, saat ide menguasai dunia. Dunia hanya membutuhkan ide untuk bisa berjalan, karena semua sudah ada. Karena semua elemen sudah sempurna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa revolusi ide, Setiap orang butuh ide yang matang, walaupun ia harus membeli. Setiap orang akan berlomba-lomba mendapatkan ide/skema dasar untuk menjalankan hidupnya. Para penggagas sistem adalah orang-orang yang kaya.. dan mampu memanipulasi elemen dan sarana yang ada. Sistem ada, karena ada bank ide. Dan ide itu layak untuk dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila melihat Malaysia, yang sibuk mematenkan karya-karya lokalitas, maka kita telah melihat contoh Negara yang mulai menyusun strategi, positioning dalam persaingan revolusi ide. Jangan salah, nantinya setiap pattern sesuatu hal yang berhubungan dengan ide lokalitas yang telah dipatenkan Malaysia, kita harus mendapat izin dari mereka. Menjajah mulai sekarang, itulah mungkin yang mereka kerjakan sekarang. Betapa mengerikan dan menggelikan bila itu terjadi..hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya semakin yakin bahwa revolusi ide akan datang lebih cepat, ketika CD bajakan Inul membuat Inul jadi sangat popular. Kenapa? Karena yang tampil disini adalah industri ide. Ide geol, yang sebenarnya tidak penting-penting amat, telah berhasil didistribusikan secara tidak langsung oleh sistem pasar yang spontan, ke masyarakat luas. Inul pun jadi kaya, itu sudah pasti….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya semakin miris dengan nasib artis/khususnya musisi, yang beberapa kurang abai atas ide bermusik mereka. Sibuk membela diri dengan semboyan jangan beli bajakan. Padahal, mekanisme pasar tidak peduli. Mekanisme pasar hanya melihat, sesuatu bisa lebih murah, itulah yang mereka dapatkan. Dalam system banyaknya peredaran CD bajakan sekarang, apakah artis masih bisa kaya? Saya jawab dengan pasti, Bisa!&lt;br /&gt;Kemampuan artis bermusik dan kemampuan daya sebar CD/kaset adalah dua hal yang jauh berbeda. Apakah musisi sadar bahwa mereka telah menggadaikan nilai idenya dalam bentuk kaset? Apakah mereka tidak bercermin, bahwa penggemar mereka lebih menunggu kejutan ide perform mereka di panggung?...&lt;br /&gt;Hmm.. perlu diingat.. dalam membaca wacana revolusi, unsur hati dan moral adalah sebuah “aksesoris” yang sifatnya sangat subjektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertawa terpingkal-pingkal, bila artis menggadaikan performa mereka dalam sebuah penampilan lypsinc. Padahal pertunjukan musik adalah sebuah nilai mahal, sebuah hal yang sepatutnya dibayar mahal untuk kepentingan mereka. Setiap detik mereka mengeluarkan ide dan kemampuan. CD asli itu akan berharga sebagai merchandise saat penggemar puas dengan pengalaman mereka. Dan saya pun akan dan harus mencari CD asli, saat puas menonton performa mereka.Kini jaman berbalik, namun itulah hal yang paling logis yang bisa terjadi. Untuk ide ini, saya berharap label berfikir lebih besar, pikirkanlah pembentukan “image” sang musisi, hingga dengan performa langsunglah sebuah image bisa menjadi tolok ukur. Image kini adalah sebuah hal yang sudah layak di”manage” dan di kelola dalam unsur bisnis. Hingga Tak hanya melulu berkutat di jualan “kaset”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis pertunjukan semakin berkembang, dan hal itu membuka ruang untuk para music engineer, lighting engineer,dan musisi profesional musician mengembangkan kemampuan “menggedor” hati penggemarnya. Musik adalah interaksi.. dan interaksi adalah obat hati yang autis.. Untuk hal ini saya bisa berkata: “Lypsinc adalah korupsi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pertanyaan muncul saat saya memikirkan revolusi ide ini, bila revolusi ide baru terjadi kali ini, apakah (lalu) Michael Angelo lahir di masa yang salah? Saya rasa tidak, karena di setiap kondisi tertentu pasti terjadi anomali. Di setiap masa akan muncul orang-orang yang seolah hidup tidak dimasanya, namun mungkin akan menjadi “trigger”…Karena Tuhan / sistem utama alam telah mengatur, tidak akan ada yang benar-benar seimbang, kecuali inti (jika itu di atom). Bahkan inti pun memiliki pasangannya sendiri… Seperti air, dalam suhu tertentu, memiliki kondisi tertentu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap masa menghasilkan cerita dan kejadian. Cerita itu bisa saja terbungkus kenangan indah atau pahit, tergantung posisi dan cara kita menyikapinya. Tapi di balik kisah-kisah itu, kejadian adalah rentetan pelajaran berharga, bahwa keseimbangan dan ketidakseimbangan adalah permainan Tuhan diputaran waktu yang dibuatnya..jadi.. sante aja.. selalu berfikir besar saat bermimpi dan,..selalu realistis saat melangkah…get your best position in any condition…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-2963608167344188509?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/2963608167344188509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=2963608167344188509&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/2963608167344188509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/2963608167344188509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2009/03/revolusi-ide-sebuah-pra-dogma.html' title='Revolusi Ide.. sebuah pra dogma'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SccUtYfe8WI/AAAAAAAAANc/OzpzBGYMp_Y/s72-c/amoeba-disjunction.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-8591127570666680895</id><published>2009-03-03T18:34:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T19:17:26.367-08:00</updated><title type='text'>Kenyamanan dalam Facebook</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Sa3ys-oJ-MI/AAAAAAAAANU/cksmmdk72xs/s1600-h/fb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Sa3ys-oJ-MI/AAAAAAAAANU/cksmmdk72xs/s320/fb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309166390279272642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari ini, entah kenapa, mungkin "Yang Diatas" sedang memberi saya sebuah petunjuk untuk mengembangkan diri saya untuk menjadi lebih "bebas dan nyaman". Kebebasan dalam berpikir, bertindak, dan menerima sinyal-sinyal dari kelima indera yang kita punya, yang berpengaruh langsung pada tingkat kenyamanan kita dalam "menikmati" konten canggih facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facebook, dengan konten konsep web 2.0 nya, telah menjadi fenomena. Hanya dalam kurun waktu 3 bulan saja, pengguna facebook telah meningkat lebih dari 50%, dari 20 juta pengguna melonjak menjadi 50 juta pengguna. Konsep web 2.0 memberikan kebebasan dalam pengembangan fitur-fitur dalam sebuah konten web. Dan secara otomatis bertambah pula kompleksitas masalah yang menjadi konsekwensi yang harus kita hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleksitas yang kita hadapi biasanya berawal dari ketidaksukaan kita pada tingkat interaksi yang kadang terasa terlalu cepat dan terlalu meluas.Dalam settingan maksimal, interaksi yang didukung oleh aplikasi-aplikasi pada facebook, membuat kita bebas "berbuat dan memberikan influence" pada lingkar jaringan yang kita miliki. Namun kitapun bisa memberikan kesan eksklusif pada settingan facebook, hingga kita susah "disentuh" dan susah diajak berinteraksi.Menurut saya,semua settingan itu adalah pilihan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin canggih sebuah alat, seharusnya semakin memudahkan kita. Hal itu juga dalam beberapa kasus, kemudahan yang kita dapatkan menjadi kesusahan bagi orang lain. Ada beberapa hal yang biasanya membuat ketidak nyamanan itu terjadi, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ketidakmengertian user terhadap aplikasi yang diberikan, wall fungsinya untuk apa, notes berfungsi untuk apa, dan private message pantas digunakan untuk apa. Secara teori komunikasi, ketiga fungsi diatas, memiliki hirarki yang berbeda, dan pengaruh yang berbeda kepada publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terkadang user memiliki tendensi tertentu dalam berhubungan dengan pihak lain. Tendensi itu bisa baik, bisa juga buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pemilihan bahasa, baik langsung maupun tidak langsung, menunjukkan "level interaksi" kita di muka publik. Permainan bahasa pun bisa menjadi sebuah "pertunjukan" tersendiri dalam hubungan berinteraksi kita di facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kecanggihan facebook tak hanya sebatas bahasa tulisan, namun juga bahasa gambar. Pada kasus tertentu, tagging dan upload gambar bisa mempengaruhi hubungan interaksi antar user.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa yang harus kita lakukan agar merasa nyaman saat berfacebook?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pilihlah teman secara bijak. Teman yang "sesungguhnya" biasanya memiliki keterkaitan historis dan psikologis pada kita. Teman secara historis biasanya berdasar pada sejarah kita berinteraksi dengan mereka, pernah satu sekolah, atau sama-sama dalam sebuah lingkungan yang kita kenal. Teman secara psikologis biasanya diliat dari niatan mereka berteman. Apakah ada pesan perkenalan terlebih dahulu? Apakah tiba-tiba add?Adakah mutual friend antara kita dan dia?... Kembali lagi, semua itu pilihan, dengan resikonya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Gunakan aplikasi secara bijak. Menulis pada wall, status, notes, writes, masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda pengaruhnya. Penggunaan aplikasi ini berdampak langsung dengan karakter kita, bisa jadi bila kita suka membuat status ngasal, kita terbaca sebagai orang yang ngasal. Bisa jadi kita memberikan statement pada wall seseorang, kita dicap sebagai seseorang yang kurang bijak atau kurang objektif menilai orang lain, atau bahkan memiliki tendensi tertentu. Dibutuhkan kematangan dalam berkomunikasi, apakah sebuah tulisan itu lebih baik ditulis dalam wall atau private message. Hehehe.. balik lagi.. semua itu pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Facebook itu canggih. Dan kita bisa mendapatkan banyak hal dengan facebook. Berapa puluh persen pendukung/pemilih Obama berasal dari facebook. Seperti manusia, facebook pun memiliki potensi, tinggal sejauh mana kita mengolah potensi itu. Atau bisa juga dibilang facebook itu seperti pedang, tajam, namun terserah siapa yang menggunakannya. Apakah dia pendekar ataukah perampok... hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menikmati kecanggihan facebook!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-8591127570666680895?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/note.php?note_id=72052620201#/note.php?note_id=72052620201' title='Kenyamanan dalam Facebook'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/8591127570666680895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=8591127570666680895&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/8591127570666680895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/8591127570666680895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2009/03/kenyamanan-dalam-facebook.html' title='Kenyamanan dalam Facebook'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Sa3ys-oJ-MI/AAAAAAAAANU/cksmmdk72xs/s72-c/fb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-3826264979344440594</id><published>2009-03-03T01:25:00.001-08:00</published><updated>2009-03-03T06:19:01.090-08:00</updated><title type='text'>form follow force!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Sa0CAfnPzNI/AAAAAAAAAMk/bSS7IEXh6vs/s1600-h/forceform.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Sa0CAfnPzNI/AAAAAAAAAMk/bSS7IEXh6vs/s320/forceform.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308901743249050834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bilang, kota Jakarta hampir tenggelam&lt;br /&gt;Ada yang bilang, kota Jakarta sudah susah untuk dipulihkan&lt;br /&gt;Air tanah semakin habis, air laut semakin menyusup tanah Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian desainer perkotaan menyarankan untuk pemisahan fungsi ibukota&lt;br /&gt;Pusat pemerintahan pindah ke kota lain.. Lihat saja kota pemerintahan di luar negeri (Amerika Serikat dan Australia), terpisah antara pusat pemerintahan dan pusat bisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...Jakarta terlalu sumpek.. begitulah sebagian analis perkotaan menyimpulkan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta dengan bentuk kotanya, isinya, dan fungsinya yang beragam.. semakin susah dipetakan.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....hmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat zaman masih sering ngulik teori-teori tentang kota.. bahwa kota itu memiliki bentuk, memiliki "needs", memiliki "hasrat", untuk menjadi sesuatu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kota itu bagai sebuah kumpulan jiwa.. yang saling tarik-menarik.. dan membentuk sesuatu identitas... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai saat ini saya masih percaya tulisan D'Arcy Thomson mengemukakan, " bahwa terbentuknya sebuah bentuk (form) merupakan resultan dari kehadiran banyak force yang berada di dalam atau di sekitarnya.  Bentuk akan terus ber-evolve dengan beradaptasi dengan force yang ada". (Thompson, 1961: 11)....dari buku: Thompson, D. (1961). On Growth and Form. Cambridge University Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... Jangan salahkan siapa siapa jika Jakarta menjadi seperti saat ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... Bukan lagi saatnya membicarakan form follow function... karena fungsi adalah sebuah variabel tunggal yang tak memiliki memiliki template bentuk.. apalagi harus diwadahi dalam sebuah keegoisan bentuk.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-3826264979344440594?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/3826264979344440594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=3826264979344440594&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/3826264979344440594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/3826264979344440594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2009/03/force-created-form.html' title='form follow force!!!'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/Sa0CAfnPzNI/AAAAAAAAAMk/bSS7IEXh6vs/s72-c/forceform.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-2242906044302397771</id><published>2008-12-30T01:46:00.001-08:00</published><updated>2008-12-30T02:13:59.508-08:00</updated><title type='text'>Catatan Akhir DiAwal Tahun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SVn0UOm6IvI/AAAAAAAAAMI/9m7t6L0uvgU/s1600-h/cat.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 340px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SVn0UOm6IvI/AAAAAAAAAMI/9m7t6L0uvgU/s400/cat.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285524266051838706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar lagi pembantaian manusia di Palestina..&lt;br /&gt;ratusan nyawa dijadikan renda-renda ego penguasa..&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;Terdengar hiruk-pikuk insan-insan pengobar kebebasan&lt;br /&gt;Memaksa kita memanjakan ego yang dibungkus hak berazazi&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;Ego itu sampah..&lt;br /&gt;Ego itu bau..&lt;br /&gt;Dan Adam pun dibuang ke bumi karena ego..&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Beribu orang bangga akan pencapaiannya&lt;br /&gt;yang berbanding sejuta saat Tuhan mencipta nyamuk&lt;br /&gt;yang hingga kini tak ada yang mampu menyamakanNya&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Apa arti kebanggaan, bila tidak dirasakan bersama?&lt;br /&gt;Apa arti kesenangan, bila yang lain sengsara?&lt;br /&gt;Apa arti dunia, bila neraka hadir mendahului surga?&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Aku membayangkan, roman-roman insan yang tercabut nyawa&lt;br /&gt;apa yang mereka pikirkan?&lt;br /&gt;Hingga mata mereka terbelalak saat membiru&lt;br /&gt;Hingga mereka terdiam menganga&lt;br /&gt;Apakah mereka tak rela sampah ego menyertai terbangnya nyawa mereka?&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;akhir yang seolah terlihat seperti koma, bukan titik.&lt;br /&gt;akhir yang terlihat ada sesuatu dibaliknya&lt;br /&gt;akhir yang membuat kita bertanya-tanya, apa yang akan terjadi berikutnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Puisi ini saya buat saat air mata menitik melihat sesosok tangan dari manusia Palestina yang tertindih runtuhan bangunan yang dibombardir tentara..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-2242906044302397771?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/2242906044302397771/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=2242906044302397771&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/2242906044302397771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/2242906044302397771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2008/12/catatan-akhir-diawal-tahun.html' title='Catatan Akhir DiAwal Tahun'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SVn0UOm6IvI/AAAAAAAAAMI/9m7t6L0uvgU/s72-c/cat.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-7575945459839693616</id><published>2008-12-17T03:26:00.000-08:00</published><updated>2008-12-17T03:50:58.179-08:00</updated><title type='text'>alam terus bergerak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SUjmhQkNMRI/AAAAAAAAAMA/of3p-5Y45AY/s1600-h/grk.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SUjmhQkNMRI/AAAAAAAAAMA/of3p-5Y45AY/s400/grk.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280724022148804882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila melihat langit jakarta bulan-bulan ini, tentunya membuat kita ingat akan pentingnya jas hujan, payung, atau mungkin kamera. Kamera yang mampu menangkap spektrum jingga yang indah, terpantul di gumpalan awan sore... Awan senja membuat kita menikmati prosesi menuju gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita harus merasa takut pada gelap, padahal Tuhan dengan bijaknya memberi kita hiburan sebelum gelap datang. &lt;br /&gt;Apakah kita harus takut pada cahaya malam.. yang hanya membiaskan titik-titik, bukan bias terang siang layaknya lampu  soft box-nya photografer menerangi ruangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terangnya siang, dan gelapnya malam, hanya sebuah perubahan, dan bukan kontradiksi. Semuanya saling terhubung, dan tidak bermusuhan. Itulah yang harusnya kita syukuri. Masing-masing periode saling berhubungan dengan prosesi-prosesi indah buatan Tuhan . Padahal Ia tak pernah ikut jadi creative-nya Event Organizer...Yang bertugas memikirkan sajian acara-acara indah. Tapi Tuhan senang melakukannya..senang menghibur kita dengan fenomena-fenomena alam diantara  fenomena alam lainnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sekali lagi.. apa yang kau takutkan dari proses setelah kamu merasakan dirimu di hari ini.. apa yang kau takutkan dari sebuah ketidakpastian?&lt;br /&gt;apa yang kau takutkan dari ketidaknyamanan?&lt;br /&gt;apa yang kau takutkan dari rasa tertekan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah.. rasa itu ada ketika kita akan berubah.. ketidakpastian ada saat pasti belum datang.. &lt;br /&gt;bersyukurlah.. kota-kota yang kejam memberikan kekejamannya sebelum kita menaklukkannya dengan senyum..&lt;br /&gt;Bersyukurlah.. Tuhan menekan kita agar kita menjadi bentuk yang lebih sempurna..&lt;br /&gt;Bersyukurlah.. Tuhan sedang mengukir kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bergerak, alam bergerak, sampai debu-debu yang masuk mata pun tak berhenti di situ. Terus bergerak. Lalu mengapa kita terdiam melihat perubahan itu.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang menertawakan kita adalah sosok-sosok rumput indah yang bergoyang dan harus dipandang. Tak perlu dirasa, karena yang dirasa haruslah angin harapan yang berhembus yang memberikan goyangan santai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menitipkan pesannya pada alam yang bergerak&lt;br /&gt;Tuhan memberikan tipsnya pada kota yang kejam&lt;br /&gt;Tuhan memberikan tawanya pada hamba yang bersyukur...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-7575945459839693616?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/7575945459839693616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=7575945459839693616&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/7575945459839693616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/7575945459839693616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2008/12/alam-terus-bergerak.html' title='alam terus bergerak'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SUjmhQkNMRI/AAAAAAAAAMA/of3p-5Y45AY/s72-c/grk.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-3027698795959377949</id><published>2008-09-07T02:12:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T02:35:50.831-07:00</updated><title type='text'>indigo superlative</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SMOgYIvDQhI/AAAAAAAAAJE/__3KuecvUg0/s1600-h/indigo.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SMOgYIvDQhI/AAAAAAAAAJE/__3KuecvUg0/s320/indigo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243210727711523346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad tahu apa yang kau lakukan kemarin..&lt;br /&gt;Ustad tahu apa yang kau pikirkan&lt;br /&gt;Dan Ustad tahu engkau tak bisa berbuat karena bla bla bla..&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;Begitulah penggalan kalimat yang dilontarkan seorang "paranormal" yang membuka praktek refleksi kepada pasien-pasiennya... Di sebuah sudut di selasar-selasar ibukota.&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;Semuanya begitu meyakinkan. Setidaknya terlihat dari anggukan-anggukan sok pasti para pasiennya. Mereka menganggap ustad itu adalah representasi dari pikiran-pikiran mereka yang belum terjangkau oleh wawasan dan waktu mereka.&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;Semuanya terlihat pasti. Dari penyebutan akar masalah.. kenapa seseorang mengalami masalah.. apa yang harus diperbuat. Dan siapa yang harus dipersalahkan.&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;Kehadiranku di pojok ruang praktek sang ustad hanyalah sedikit hiburan untuk urbanis kritis yang membaca tulisan ini..&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;Bahwa kejadian itu adalah plot /kumpulan sikap dan penyikapan yang saling terkait, itu sudah kusadari sejak dulu.  Yang membuat praktek "baca membaca" batin orang semakin menarik adalah tingkat kepercayaan diri sang "paranormal" yang begitu tinggi. Tinggi sekali malah. Sampai mereka merasa mampu menggerakkan orang untuk menganggukkan kepala mereka. Setidaknya untuk 1 dari 5 pernyataan yang mereka ungkapkan....&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;Teringat akan kemamputan anak-anak indigo.. yang memiliki kontrol indra yang sangat kuat dan kadang mampu mempengaruhi suasana sekitar. Mungkin itu yang "pak ustad" inginkan. Tapi ada satu hal yang mungkin tak terasa. Bahwa keinginan sangat berbeda dengan realita... Anak indigo bergerak dari realita.. dan pak ustad bergerak dari keinginannya untuk membuat orang terangguk-angguk,...seolah itu adalah realitanya..&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;Anak indigo mampu mengubah dunia.. dan paranormal tidak! Indonesia tidak berubah menjadi merdeka pada awal tahun 1900an padahal memiliki ribuan dukun.. tapi Indonesia bisa berubah oleh beberapa tokoh indigo (dan tentunya dibantu oleh orang-orang normal berkeinginan keras) yang kini mungkin namanya telah menjadi pahlawan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-3027698795959377949?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/3027698795959377949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=3027698795959377949&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/3027698795959377949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/3027698795959377949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2008/09/indigo-superlative.html' title='indigo superlative'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SMOgYIvDQhI/AAAAAAAAAJE/__3KuecvUg0/s72-c/indigo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-2883405984307583839</id><published>2008-05-29T02:02:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T18:06:42.623-08:00</updated><title type='text'>Sosok-sosok di kaki langit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SFJjHTB3TgI/AAAAAAAAAIc/-jh8PxmL8qg/s1600-h/langit.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SFJjHTB3TgI/AAAAAAAAAIc/-jh8PxmL8qg/s400/langit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5211336695839411714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Angin dingin semakin kencang di awal malam..&lt;br /&gt;membawa sedikit butiran-butiran salju yang menerpa muka-muka membiru &lt;br /&gt;..Rasa dingin sudah terasa sampai ubun-ubun&lt;br /&gt;dan teriak pun tak bisa melepaskan tekanan-tekanan urat saraf yang membeku diterpa salju.&lt;br /&gt;Tinggal 15 langkah lagi menuju puncak... Namun rasanya seperti perjalanan panjang yang melelahkan. Rasa ingin pulang, berada di dataran hijau, kian memuncak. Namun ambisi untuk melihat dunia dari pijakan tertinggi pun tak kalah membuat darah mendidih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;..Tuhan, andaikan ini mimpi, segerakanlah.. rasa dingin ini membuatku takut...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosa tadi saya buat di lantai tertinggi kantor saya..sesaat membayangkan rasanya di puncak gunung yang tertutup salju..namun..kini saya haya berdiri di dek beton dengan rangkaian peralatan generator listrik dan pengolah air yang menderu..&lt;br /&gt;Berisik sekali diatas sini.. Tak hanya suara mesin, alam pun kali ini bersuara cukup kencang..&lt;br /&gt;angin yang menerpa seolah mengirimkan pesan singkat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau kini tahu..tempat teratas ini bukanlah tujuan.."&lt;br /&gt;"Tak ada kepuasan disini...yang ada hanyalah deru mesin dan teriakan alam"&lt;br /&gt;"Gedung tinggi ini hanya akan mengantarkanmu ke dalam ruang hatimu yang dingin.."&lt;br /&gt;"...Jangan kau cari kepuasan disini...kepuasan ada di bawah sana..yang takjub melihat tingginya gedung yang kau pijak kini.."...&lt;br /&gt;"Kau lihat disini...tak ada yang indah saat kau diatas.."&lt;br /&gt;"Semua menderu...membuat hatimu menjadi dingin"..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bah!..sepertinya saya mulai berhalusinasi.. angin jakarta cukup mengagetkan saya saya.. tiupannya seperti bisikan-bisikan yang menghunjam hati terdalam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang di kaki langit Jakarta... Bukanlah sosok-sosok yang puas... namun di otaknya penuh tanda tanya dan tanda seru.. otaknya benar-benar berkuah....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-2883405984307583839?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/2883405984307583839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=2883405984307583839&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/2883405984307583839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/2883405984307583839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2008/05/sosok-sosok-di-kaki-langit.html' title='Sosok-sosok di kaki langit'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SFJjHTB3TgI/AAAAAAAAAIc/-jh8PxmL8qg/s72-c/langit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-4330505224753666922</id><published>2008-04-28T21:27:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T18:06:42.739-08:00</updated><title type='text'>Makna Doa di Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SCAbk77DFjI/AAAAAAAAAH0/bvc58WLIP_M/s1600-h/doa+di+jakarta.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SCAbk77DFjI/AAAAAAAAAH0/bvc58WLIP_M/s400/doa+di+jakarta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197184291360151090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saatnya orang-orang Jakarta tertidur, melepas semua beban yang menekan-nekan otaknya. Kadang mimpi menghampiri mereka, berisi sedikit gambaran masa lalu, esok, atau bahkan masa yang tak mereka ketahui. Kadang mimpi hanyalah sedikit gumpalan masalah yang terkolase dengan rapi menjadi fragmen-fragmen cerita, yang kadang sudah dilupakan saat terbangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa hidup adalah rasa syukur, yang mengalir dalam darah-darah panas orang-orang penuh keinginan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat beberapa sosok bangkit di tidurnya, tak memikirkan apa yang terjadi dalam mimpinya, namun bergegas membasuh wajah dan sedikit bagian tubuh lainnya. Niat bersuci pun dicanangkan dalam hatinya. Berharap dalam kesepian malam teriakan hati terdengar lebih menggema di telinga Yang Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanyalah salah satu doa mereka,penghuni Jakarta di malam hari, ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I pray to you My Lord&lt;br /&gt;If i could reach Your sky&lt;br /&gt;i never gonna  leave You&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When i walk in the crowd of the city&lt;br /&gt;my eyes want to see more higher...&lt;br /&gt;so i can see all of them talking loudly&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I feel worry now My Lord&lt;br /&gt;Why people cursed themselves..&lt;br /&gt;With arrogances and dominancy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tell them.. Shout at them loudly&lt;br /&gt;Not the money rules their journey&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;But always Your sign remains on  our step...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apakah Doa Itu Harapan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...kita bisa memilih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa membuat kita mampu bangkit dikala seluruh badan nyaman dalam lelap.&lt;br /&gt;Berharap rel kehidupan tetap kukuh dan tak membuat kita anjlok atau terlempar ke lembah yang membuat kita kotor. Pertanyaan-pertanyaan tentang kejadian yang ada di dalam  perjalanan kita adalah sebuah anugerah dan beban tugas hidup yang Tuhan berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang beban terasa terlalu berat, namun menurut Yang Kuasa tak pernah ada beban berat yang melebihi kemampuan kemampuan orang-orang Jakarta. Bahkan kematian pun adalah sebuah gerbang bagi ruh untuk mengenal makna baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa kadang berarti tanya jawab dengan Tuhan. Tanya jawab mengenai makna, warna, dan rasa yang meliputi hari-hari. Dengan kompleksitas peristiwa yang ada di Jakarta, bisa memaknainya adalah sebuah nikmat khusus yang mungkin pantas diberikan pada orang-orang Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaknai hidup di jakarta dengan cara yang lain, bisa dilakukan dengan cara yang belum kita kenal.Puisi-puisi berbahasa asing dan makna-makna asing kadang butuh untuk kita santap, sebagai sajian pemandangan kereta kehidupan,dan referensi hidup, yang memberikan rasa dan tampilan yang selalu berubah dan berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa di Jakarta, adalah sebuah antitesis masalah Jakarta. Doa Jakarta tak hanya berisi harapan. Tapi juga mantra-mantra pembunuh kutukan arogansi dan dominasi makhluk lain yang hanya ingin puas bila melihat dirinya memuntahkan liur dari atas kepala orang lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup di jakarta tak membutuhkan toleransi.  Toleransi hanyalah sandiwara kecil dalam sebuah prolog pembukaan pertunjukan drama yang anti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;happy ending.&lt;/span&gt;. Butuh ikatan yang lebih kuat untuk saling berhubungan di jakarta ini. Tak cukup diikat dengan tali karet bernama toleransi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-4330505224753666922?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/4330505224753666922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=4330505224753666922&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/4330505224753666922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/4330505224753666922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2008/04/makna-doa-di-jakarta.html' title='Makna Doa di Jakarta'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SCAbk77DFjI/AAAAAAAAAH0/bvc58WLIP_M/s72-c/doa+di+jakarta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-1430007154330851628</id><published>2008-04-21T01:32:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T18:06:42.984-08:00</updated><title type='text'>Diri Kita:"Cermin" Kita,Tempat "Tinggal" Kita,"Kota" Kita.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SAx4GRTcQCI/AAAAAAAAAHU/sPUr4PllkL4/s1600-h/WC.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SAx4GRTcQCI/AAAAAAAAAHU/sPUr4PllkL4/s320/WC.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191656519570833442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu(Tanggal 20 April) kemarin, saya berhasil mencapai pencerahan yang lumayan ngaruh sampai ke lubuk hati terdalam (Beuuuu...). Semuanya terjadi setelah menghadiri &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Green festival&lt;/span&gt; di Parkir Timur Senayan Jakarta. Penjelasan dan semua presentasinya memang bagus (menyangkut peningkatan kesadaran kita terhadap ancaman global warming--yang notabene akan menghabisi kita). Tapi  bukan disitu letak pencerahan yang saya dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep pameran disodorkan dalam bentuk hirarki ruang, sehingga kita seakan berada didalam rumah sendiri. Itulah titik point yang saya dapatkan. Begitu banyak penjelasan mengenai  segala teknologi baru dan perbandingan-perbandingan antara kita, konsumen teknologi, dengan alam yang semakin dirusak oleh teknologi itu sangat membuat kita terpana (dan kadang tidak mengerti kenapa mereka bisa nyiptain teknologi kayak gitu :P). Tapi dengan "penataan" ruang ala rumah sendiri, membuat kita merasa lebih merasakan apa yang terjadi di luaran sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paragraf diatas bisa saya jadikan satu kalimat simpel. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memetakan diri sendiri membuat kita lebih merasakan realita yang ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memetakan diri sendiri, bagaimana caranya??&lt;br /&gt;Banyak teori yang bisa menjelaskan mengenai menggali potensi diri sendiri, tapi terlalu berat membahas teori di blog ini, yang lebih banyak berisi mengenai sentilan dari realita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu saya lebih senang berbicara dalam bahasa sentilan. &lt;br /&gt;gimana &lt;span style="font-style:italic;"&gt;si&lt;/span&gt; cara memetakan diri sendiri?...&lt;br /&gt;Apakah harus &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nge&lt;/span&gt;data dulu apa yang kita miliki dan apa yang kita mampu kerjakan???&lt;br /&gt;Oh tidak, rasanya itu malah mendegradasi kemampuan manusia yang bisa jadi apa saja dengan kemampuan diri sendiri atau dengan jaringan yang dia miliki (yang kadang bisa terus berkembang pesat tanpa terukur). Sekali lagi, jangan kebiri kemampuan otak kita!.. &lt;br /&gt;(..bergerak dari data yang ada kadang membuat kita kaku dan bisa menghilangkan ciri kita&lt;--sebuah ciri korban modernitas dan universalisme)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memerankan Peran "Kita"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maka satu hal pertama yang harus kita lakukan untuk mengetahui diri sendiri kadang cukup dengan cara membuat/menjalankan skenario peristiwa yang bisa menimpa kita. Beruntunglah para artis teater dan artis film yang sering menerima naskah yang baik dengan peran yang menantang. Namun tak perlu iri dengan artis (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;lagian&lt;/span&gt; jaman sekarang sudah ga musim ngiri dan sakit hati, balas saja dengan prestasi !!!). &lt;br /&gt;Ga harus jadi artis untuk bisa menjalankan sebuah skenario. Kadang dengan melibatkan diri pada sebuah sistem yang berlaku di sekitar kita (misal di kantor) membuat kita 'terhanyut' dalam aliran-aliran ritme hidup baru yang menyebabkan kita memiliki "schedule" yang jelas dalam hidup kita. Schedule yang kadang bisa membenturkan kita pada masalah dengan individu lain,  atau malah benturan yang ternyata "tangga" untuk membuat kita menapak lebih tinggi. Solusi menjalankan skenario adalah sebuah solusi untuk para individu yang masih bingung dengan istilah "jadilah diri sendiri".&lt;br /&gt;Menjalankan skenario membuat kita lebih mengenal sebab-akibat dari sebuah cerita. Sebab-akibat itu bagaikan 2 buah simpul tali yang sedang bergantung pada tiang-tiang kehidupan, dan di tali itu akan tergantung karya-karya kita. Inilah titik awal sebuah pemaknaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sadarilah Fungsi Waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa hubungannya waktu dan proses memetakan diri sendiri?&lt;br /&gt;Waktu adalah uang. Itu kata orang sibuk yang memanfaatkan waktu sebagai detik-detik pertukaran dirinya dengan realita. Realita itu kalo kita liat secara pemahaman limitnya matematika sma (beuuu), tersusun dari segmen-segmen peristiwa kecil yang saling terhubung. Segmen itu terus berjalan dan tak pernah berhenti.  Semakin kita menyadari segmen-segmen yang terjadi, maka otomatis kita telah ikut terlibat di dalam segmen itu.Keterlibatan ini adalah sebuah  bentuk aktualisasi diri kita pada segmen kejadian itu. Ada orang-orang yang mengaktualisasikan dirinya dengan cara mengabaikan segmen yang terjadi,dan  ada juga orang-orang yang menyadari pentingnya perubahan terkecil dari dirinya. Menyadari perubahan terkecil dari diri kita pada segmen waktu yang terkecil, membuat kita mendapatkan gambaran apa yang harus kita lakukan di segmen berikutnya. &lt;br /&gt;Waktu, tak cukup digambarkan dengan uang. Waktu tak cukup dibayangkan seperti lorong. Tapi waktu adalah ruang-ruang hidup, seperti rangkaian ruang mock up di studio foto, yang menuntut kita menjadi model-modelnya. Apakah kita akan memposisikan diri kita menjadi model-model yang gagal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Menciptakan sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tokoh negara banyak yang bilang, bangsa yang (bisa) besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.&lt;br /&gt;Merasa besar bukan berarti sebuah kesombongan. Tapi tak lain adalah bentuk kesadaran atas pengaruh yang bisa kita berikan pada sekitar kita. &lt;br /&gt;Sejarah kita menceritakan, bahwa jaman dulu Sriwijaya pernah menjadi pusat keilmuan agama Budha. Sejarah kita juga menceritakan, bahwa kita bisa memberikan pengaruh kekuasaan  sampai ke Birma. Sejarah itu adalah cerminan potensi kita di masa lalu, yang sebenarnya bisa diterapkan di masa kini. &lt;br /&gt;Bukan masalah saling dominasi yang harus kita sadari (karena nilai seperti itu hanya menumbuhkan atmosfer individualistis), tapi aktualisasi diri kita secara positif pada kehidupan di sekitar kita adalah sebuah nilai yang bisa berarti banyak untuk orang lain .&lt;br /&gt;Sejarah adalah portofolio kita. Sejarah adalah pondasi kemandirian kita. Dengan mandiri (bukan individualis), kita bisa memahami realita dengan lebih utuh. Mandiri berarti mampu menjadi subjek, predikat, dan objek realita skaligus, dengan memberikan pemaknaan pada orang lain.&lt;br /&gt;Portofolio dapat disusun bagaikan bab-bab buku, yang tersusun per segmen waktu, dan bagaikan penamaan pada ruang-ruang kosong kita. laksana peta dalam kehidupan kita. Apakah kita senang bila hidup di dalam sebuah tempat yang hanya memiliki peta buta?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-1430007154330851628?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/1430007154330851628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=1430007154330851628&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/1430007154330851628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/1430007154330851628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2008/04/diri-kita-cermin-kitatempat-tinggal.html' title='Diri Kita:&quot;Cermin&quot; Kita,Tempat &quot;Tinggal&quot; Kita,&quot;Kota&quot; Kita.'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SAx4GRTcQCI/AAAAAAAAAHU/sPUr4PllkL4/s72-c/WC.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-2672432410016199722</id><published>2008-03-30T22:57:00.001-07:00</published><updated>2008-12-08T18:06:43.216-08:00</updated><title type='text'>Ruang publik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SAX8BYWKKBI/AAAAAAAAAHE/ffTYnsf6fXY/s1600-h/r.pub1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SAX8BYWKKBI/AAAAAAAAAHE/ffTYnsf6fXY/s320/r.pub1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189831246259824658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;lebih dari dua minggu, di 1 April 2008,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tanggal yang berarti untuk orang-orang yang ingin melihat gilanya dunia...&lt;br /&gt;Entah berapa orang di hari itu yang akan dikerjai oleh teman-temannya..&lt;br /&gt;April Mop, saat orang-orang merasa bahagia, diatas (mungkin) kebingungan orang lain, dan kegilaan dirinya sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gila, bingung, bahagia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 rasa yang tercipta saat menelusuri lorong ibukota. Gila bila kita meladeni aliran emosi di jalan raya ibukota. Bingung saat kita tiba-tiba ditilang, salah apa lagi yang berhasil ditemukan oleh polisi kreatif pada diri kita yang polos ini. Dan bahagia... walau sedikit...saat kita berhasil mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3 rasa ini selalu menyertaiku saat menelusuri lorong-lorong ibukota. Mungkin dengan ilustrasi yang berbeda, namun tetap 3 rasa utama yang terasa selalu membungkus diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat pada tulisan ilmiah syarat kelulusan sarjanaku.&lt;br /&gt;Tulisan tentang ruang-ruang di ibukota. Memang dari dulu aku sudah mengincar ibukota ini menjadi tempat berlabuhku. Kawah candradimuka tempatku menyalurkan bakat "gilaku". GILA...di luar kotak, fluktuatif, dan tak terikat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebencian yang mendalam pada kemapanan semu membuat akal berontak. TAk perlu kita mencari kemapanan, karena kemapanan selalu ada saat kita sadar,bernafas dengan normal seraya berpijak  mantap menatap karya kita, ITU CUKUP bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Diri ini selalu  memandang jalanan ibukota layaknya jalur-jalur syaraf otak yang membuat manusia berpikir. Semakin banyak syaraf bekerja, semakin dalam manusia berpikir. Begitu pula ibukota, semakin sibuk lalu lintas, adalah ciri sebuah kota yang berproses, menghasilkan karya atau cerita-cerita seru.  Bisa jadi juga kota bergerak  hanya untuk berproses menghasilkan kotoran. Pergi pagi pulang sore tanpa menemukan makna apa-apa selain rupiah untuk biaya penukar isi perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu kota yang jalan-jalannya dihimpit  oleh bangunan tinggi,  menjadi simbol pencapaian setinggi langit dari mimpi para penguasa jalan di pagi hari ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kulihat, bangunan-bangunan itu terpengaruh oleh kuatnya sirkulasi jalan, sehingga orientasinya persis sejajar jalan. Tapi kadang juga ku melihat, bangunan yang mungkin ingin terlihat berbicara, dan terlihat, tumbuh di sisi jalan dengan orientasi yang berbeda dengan bangunan-bangunan sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan orientasi itu berpotensi menimbulkan masalah. Hal ini akan menyebabkan timmbulnya ruang-ruang publik baru dengan bentuk baru yang berefek tak terduga di lahan bawahnya. Perbedaan akibat ruang-ruang publik standar milik bangunan sebelah kadang menimbulkan masalah. Ruang tak terpakai lah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(lost space)&lt;/span&gt;, atau kadang "ketidaksesuaian" dengan  lingkungan itu memicu dan menularkan semangat perbedaan baru di bangunan lama yang ingin berubah. Persis kejadiannya seperti fenomena fasad acak di jalan Cihampelas Bandung. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Order of cihampelas building facade&lt;/span&gt; sekarang memang sudah tidak bisa diambil tipologinya selain dari kesan ke&lt;span style="font-style:italic;"&gt;disorder&lt;/span&gt;annya..&lt;br /&gt;Cukup mudah untuk menciptakan sebuah order yang acak... seperti kita melempar batu ke air, maka gelombangnya akan merambat. Membiarkannya liar sejenak akan menenangkan air itu kembali. jangan sentuh air itu saat bergelombang, apabila kita ingin air yang tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang publik, seperti di arsitektur, memiliki pattern-nya masing-masing. Tergantung latar belakang pembentuknya. Tergantung Karakter pembentuknya. Dia bisa terus sesuai order, atau dia bisa acak (tak memiliki order bentuk). Dan mungkin yang lebih gila lagi, ruang publik bisa jadi berbentuk acak, namun sebenarnya terikat antara satu ruang publik dan ruang publik lain di sebelahnya, dengan 3 rasa yang kurasakan saat ini, menggilakan, membingungkan, namun tak tahu kenapa dia juga membahagiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&lt;br /&gt;banyak sekali paradigma dan paternisasi keilmuan arsitektur yang patternnya sama dengan pattern masalah-masalah sosial yang timbul di ibukota ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-2672432410016199722?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/2672432410016199722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=2672432410016199722&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/2672432410016199722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/2672432410016199722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2008/03/ruang-publik.html' title='Ruang publik'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/SAX8BYWKKBI/AAAAAAAAAHE/ffTYnsf6fXY/s72-c/r.pub1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-808404341650324161</id><published>2008-03-24T22:46:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T18:06:43.228-08:00</updated><title type='text'>It's All About Mindset</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R-ziGkiB6XI/AAAAAAAAAGU/XSFMlR7k250/s1600-h/mindset.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R-ziGkiB6XI/AAAAAAAAAGU/XSFMlR7k250/s400/mindset.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5182765873710098802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pak Bayu pergi ke kantornya di Sudirman jam 5 pagi tadi..&lt;br /&gt;Mobilnya ditinggalkan di rumah, dan lebih memilih motor untuk  menembus kemacetan di perjalanan antara Parung-Sudirman. Pilihan yang berat dikala hujan, namun &lt;span style="font-style:italic;"&gt;urgent&lt;/span&gt; di saat Pak Bayu harus memenuhi janji dengan klien di pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macet telah diceritakan pada laporan dibawah, yang menceritakan macet yang seperti gurita-gurita lapar dan serakah. Pak Bayu mungkin berhasil dan telah biasa melewatinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita sadar konsekwensi hidup di Kota,maka memilih, memutuskan dan teguh pendirian adalah kemampuan yang harganya mahal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap detik, tiap menit, dan tiap jam waktu berlalu seperti salesman,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memberikan banyak penawaran.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang terlewatkan apabila kita tidak mendengar, &lt;br /&gt;banyak yang terlupakan apabila kita tidak melihat, &lt;br /&gt;dan banyak tawaran yang terabaikan bila kita tak punya tujuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang terbuang akan memberikan pengaruh pada memori kita. &lt;br /&gt;memori lama, akan terbungkus renda-renda kenarsisan diri, apabila tak segera mengisinya dengan memori baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak contoh yang terjadi, saat dalam suatu institusi, penghalang terbesar yang dihadapi malah datang dari orang yang paling lama tinggal di situ. Orang orang yang selalu cerita tentang kebanggaan masa lalu. Tak semua orang lama seperti itu, orang-orang yang terus mendapatkan makna hidup biasanya berlaku lebih bijak, berubah dari laskar-laskar siap mati menjadi pengayom yang bijak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih yang menyebabkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa orang tidak sadar&lt;br /&gt;semakin lama ia semakin tak percaya lagi dengan informasi dari indera-inderanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dengan indera-indera itulah yang menghubungkannya dengan realita.&lt;br /&gt;Lama hidup sang senior membuat informasi-informasi lama menjadi tumpukan memori di otaknya. Tumpukan itu kadang terangkai kembali menjadi realita-realita semu, yang mensimulasikan sebuah kejadian baru seolah mempunyai solusi dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;template&lt;/span&gt; yang sama ala memori masa lalunya.&lt;br /&gt;,,menyedihkan...sepertinya cocok juga saya namakan peristiwa ini sebagai VIRTUALMAPPING STIMULATION COMPLEX...(VSC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tumpukan memori ala subjektivitas semu ini bila terus dibangun akan menyebar akut, seperti kanker yang merusak kemampuan indera-indera pembaca realita kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran..apabila penyakit ini dibiarkan...kemampuan mengolah masalah kita jadi minim, dan menjadi safety zone member forever....yang berfungsi hanyalah syaraf-syaraf tulang belakang dan otak-otak yang mulai overload..karena input masalah-si penyakit VSC-dan solusi semu beraduk-aduk di kepala dan berdenyut kencang...hiduppun laksana robot yang bergerak dengan voltase yang semakin tinggi...hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadang VSC ini seolah digambarkan sebagai Mindset. Padahal ia hanyalah layaknya kumpulan benang kusut yang berbentuk "seperti" otak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mindset sendiri tentu adalah sebuah pola berfikir yang terbentuk dari rangkaian solusi akibat benturan keras antara pemikiran dan masalah yang muncul di realita. Tanpa solusi,tak akan lah si otak memiliki mindset yang jelas. Yang ada hanya ketakutan dan phobia yang disebabkan VSC itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir dan bersolusilah sampe tua, agar hidup terus berarti, karena masalah terus berkembang dengan pattern-pattern yang indah ala &lt;span style="font-style:italic;"&gt;teori fractal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada mindset yang salah saat kita merasa mampu mengimbangi masalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Bayu, dengan keputusannya, sedikit banyak telah merubah arti kemacetan yang awalnya adalah sebuah suasana yang harus dirasakan, menjadi hanya sekedar info kecil  indera penglihatannya saja...Pak Bayu melenggang terus menembus kemacetan kota,dan kemacetan pikiran....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak bayu sudah bikin terobosan dengan caranya. Andai yang melakukan ini adalah  pemerintah, penguasa, atau apapun itu yang menguasai sistem lalu lintas negri ini. Dengan segala kekuatannya, bisa  menerobos kebuntuan yang dirasakan rakyat jelata....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fiuhh,....akhirnya berani juga saya menulis tulisan gila ini...maju terus urbanistis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============&lt;br /&gt;Akhirnya ketemu juga tulisan yang sedikit banyak seirama dengan tulisan ini:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dari buku Pelatihan Shalat Khusu' Karya Ustadz Abu Sangkan, hal 39:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Memorisasi dianggap sebagai sebuah produk utama yang akan menunjang keberhasilan seseorang di masa depan. Ini sudah menjadi semacam hukum tak tertulis di masyarakat. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Padahal memorisasi adalah sebuah produk mental dengan kadar yang terendah dan terhitung primitf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang menurut Dr. Hidayat Nataatmaja sebagai penyakit cyber yang menjadikan pikiran manusia modern berubah menjadi pikiran mekanis dan digital (syariat termasuk kategori ini). &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bahkan disebut sebagai HIV dan AIDS di dunia inteligensi/pikiran&lt;/span&gt; Inteligensi manusia bisa lenyap karena virus itu, sehingga intelligence nya mati dan diganti dengan artificial intelligence, rational intelligence, yang tidak lait daripada digital intelligence. Orang seperti ini mati perasaannya, tidak memiliki kehalusan budi, rasa cintanya punah dan penampilannya kaku karena pikirannya ditimbang dengan hukum hukum positif saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-808404341650324161?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/808404341650324161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=808404341650324161&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/808404341650324161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/808404341650324161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2008/03/its-all-about-mindset.html' title='It&apos;s All About Mindset'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R-ziGkiB6XI/AAAAAAAAAGU/XSFMlR7k250/s72-c/mindset.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-8013489844824141993</id><published>2008-03-05T00:52:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T18:06:43.334-08:00</updated><title type='text'>Bom Waktu yang Bernama Diam</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Semuanya serba cepat &lt;br /&gt;Semuanya ingin di titik tujuan&lt;br /&gt;tak ada toleransi untuk para penikmat perjalanan dan proses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti diam kadang berarti nista &lt;br /&gt;Diam berarti sakit, butuh diobati&lt;br /&gt;dan segala yang terkait dengan diam adalah sebuah rezim yang layak digulingkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R86ChH2g2zI/AAAAAAAAAFw/MiYKrBHxc98/s1600-h/spirit+carries+on.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R86ChH2g2zI/AAAAAAAAAFw/MiYKrBHxc98/s400/spirit+carries+on.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5174216527450266418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe..serius sekali intro cerita kita kali ini. Mungkin gara-gara nulisnya sebari denger lagu Fatal Tragedinya Dream Theater, semua kejadian bodoh di kota ini keliatan kayak tragedi...hehe..sudahlah..ayo kita kembali ke  realita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta..Jakarta..&lt;br /&gt;Semakin hari keliatan watak aslinya, macetnya si sudah biasa,hiruk-pikuknya juga sudah mulai bisa dinikmati. Bahkan orang jahat-orang baik pun ternyata sama saja, sama-sama butuh duit. Gak perlu pake gengsi nyari duit di Jakarta. Gengsi perlu kalo memang gara-gara gengsi kita dibayar...haha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta ini semua bergerak. Jadwal terus diperbaharui. Sudah biasa rasanya merasakan perubahan deadline yang dipercepat, tambahan kerjaan yang tiba-tiba, atau rejection yang menyesakkan hati. Tapi inilah warna-warni Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naah... Bosan dengan Jakarta. Tips berikut bisa dijadikan "teladan" (wih...luhur sekali maknanya), hehe...teladan, indah banget..&lt;br /&gt;Ini die:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Tidurlah di manapun, saat kite merasa bosen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;SElama tidur ga dilarang (kecuali biasanya sama guru sejarah yang boring), tidur itu teknologi yang canggih banget untuk ngilangin bosen. &lt;br /&gt;Satu hal yang sering dilupakan saat tidur. Niatin kita ingin bermimpi. Walaupun ga kejadian sapa tau niat kita jadi doa yang manjur.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;2. Jalan jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya kalo yang ini si dah umum ya... Naa mungkin biar lebih manjur coba aja didahului dengan mengajak jalan-jalan dengan orang yang baru kita kenal atau kita belum tau banget tentang orang itu. Biasanya hal itu banyak memberi makna baru dalam jalan-jalan. Langkah ini beresiko, kalo kita berhadapan dengan orang yang cenderung boring. Na, bikin list pertanyaan ala wartawan bisa juga dicoba biar komunikasi tak terputus.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;3.Lakukan hal yang beresiko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah ini mungkin di luar kebiasaan orang yang boring. Biasanya orang boring ribet kalo diajak susah. Terlalu terbiasa di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;comfort zone&lt;/span&gt; mungkin penyebabnya. Ayo kita sedikit keluar dari zona setan itu... &lt;br /&gt;Apa saja si hal yang beresiko?..&lt;br /&gt;Jangan mikir terlalu jauh, kadang kenalan sama tentara di pomdam jaya bisa jadi hal yg beresiko, atau kadang masuk ke istana negara adalah hal yang beresiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. MErusak Barang  (langkah terakhir)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangan negatif dulu. Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang tidak kekal. dia selalu butuh perubahan, bahkan kadang perubahan drastis, apalagi saat himpitan rasa gagal saat mencapai harapan. Nah...kadang sifat itu dilampiaskan dalam emosi yang meledak dan merusak barang***.... &lt;br /&gt;Ngambil contoh dari orang-orang emosi itu, sebenarnya kita bisa melakukannya tanpa emosi. Siapkan saja barang-barang yang ingin kita rusak. Kertas bekas kek kalo mau yang ringan, atau mungkin pigura berisi foto mantan kek, kalo mau sedikit merusak barang yang keras.Semua ini sebenarnya lumrah dilakukan, asal ada satu syarat. Yang dirusak itu bukanlah barang orang, atau bukan portofolio kita yang seharusnya jadi modal kita mengaktualisasikan diri di kehidupan gila ini. Portofolio mah penting pisan untuk dijaga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua langkah diatas sebenarnya bisa disingkat jadi satu kalimat....MANUSIA BUTUH BERGERAK...dia tidak bisa diam. Diam hanyalah bom waktu yang bisa meledak tak terkendali. Diam adalah racun di tanah Jakarta. Kabayan sipemalas pun butuh mikir saat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nyaba&lt;/span&gt; ke Jakarta!&lt;br /&gt;=======================================================&lt;br /&gt;***kenapa ini dijadikan pilihan, karena banyak orang yang mengambil pilihan ke empat ini sebagai jalan keluar, namun tanpa pertimbangan (bertindak dungu). Bagi gw suara kertas sobek terasa merusak sekali. Makanya unsur merusak itu sebenarnya bisa dilambangkan dalam bentuk suara..dan bila dikomposisikan bisa menjadi musik...hehe..maka mendengar musik pun sebuah jalan keluar yang terdengar baru.... Namanya sesuatu itu kalo dah dipikirkan sehingga punya komposisi/sistem/jaringan/atau apapun namanya, biasanya jadi dahsyat impactnya...&lt;br /&gt;Merusak pun tidak harus berarti merusak...A', metal a'! (salam/panggilan fans band metal di bandung ke band kesayangannya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-8013489844824141993?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/8013489844824141993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=8013489844824141993&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/8013489844824141993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/8013489844824141993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2008/03/bom-waktu-yang-bernama-diam.html' title='Bom Waktu yang Bernama Diam'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R86ChH2g2zI/AAAAAAAAAFw/MiYKrBHxc98/s72-c/spirit+carries+on.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-4005332332946226710</id><published>2008-02-26T20:31:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T18:06:43.516-08:00</updated><title type='text'>Bermain-main dengan transportasi Jakarta..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R80rHDMVITI/AAAAAAAAAFg/Iwt17_j2PWQ/s1600-h/eat+traffic2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R80rHDMVITI/AAAAAAAAAFg/Iwt17_j2PWQ/s400/eat+traffic2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173838947034669362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar temans?&lt;br /&gt;Apakah sudah menikmati seruputan kopi hangat tadi pagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..Syukurlah, secangkir kopi hangat memang membuat badan kita merasa sedikit terbakar untuk melakukan kegiatan pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi... Ternyata lebih syukur lagi apabila kita tidak kecanduan kopi.&lt;br /&gt;Kafeinnya membuat kerak di usus semakin banyak... Kulit-kulit usus kita seolah kebal dengan asupan makanan bergizi alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bicara tentang minuman, tak jauh beda dengan membicarakan masalah lalu lintas. Nah, lho, kok, bisa???&lt;br /&gt;hehe... kalo dari  mata manusia, memang susah menyamakannya... Coba kita sekarang melihat dari (mata) usus kita sendiri... hehe.. &lt;br /&gt;Usus itu kalo dibentangkan panjangnya mencapai 12,5meter. SEbuah panjang yang luar biasa untuk perjalanan secuil makanan yang berukuran jauh lebih kecil dari kepalan manusia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi di jalanan Jakarta sedikit banyak mirip dengan yang terjadi pada usus pecandu kopi...Hehe, mulai seru ni, ternyata intro cerita diatas, di awal blog ini (yang seolah gak nyambung) ternyata memang nyambung sama judul blognya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jalan-jalan jakarta saat ini seperti perut yang bermasalah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Di pagi hari, jalan jakarta bergerak seperti perut yang bergejolak ingin meledak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;makanan kecil sudah terakumulasi di usus besar, semua menumpuk, gas-gas buangan ingin segera dikeluarkan. Tindakan ala kentut adalah sebuah prosesi yang wajar. Orang-orang mulai panik dan berlari menuju satu tujuan. ya wadah pembuangan mereka...mereka membuang semua isi otak di wadahnya... ide-ide mereka ingin dikeluarkan seiring tarikan nafas berbau uang dan kentut yang mereka butuhkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;di siang hari, jalan jakarta seolah seperti gejolak lambung yang berontak ingin diisi sehingga kalap..seolah lambung berisi kebingungan-kebingungan dari makanan yang tak tau asal prosesnya seperti apa . Perputaran kebingungan yang   seiring cepatnya akal polantas--si malaikat penghitung kesalahan pengendara motor--...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;makanan yang tak tahu asalmuasal pembuatannya merangsek ke dalam usus. Semua kuman dan bakteri mulai bergumul atau berkenalan. gejolak lambung yang seperti parkiran-parkiran gedung mulai dijejali oleh makanan antah berantah. Makanan yg defensif kala diolah akan ditolak....dan langsung menuju anus...untuk kembali ke alam asal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;di sore hari,Semua mulai kembali berbaris menuju peraduan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sari-sari makanan telah diserap dan tinggal ampas yang siap ditampung alam yang semakin kotor. SEmua pulang dalam kekosongan pikiran atau kekalutan rasa akibat diputar dan diombang-ambingkan keadaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-4005332332946226710?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/4005332332946226710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=4005332332946226710&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/4005332332946226710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/4005332332946226710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2008/02/bermain-main-dengan-transportasi.html' title='Bermain-main dengan transportasi Jakarta..'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R80rHDMVITI/AAAAAAAAAFg/Iwt17_j2PWQ/s72-c/eat+traffic2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-1874364438048869825</id><published>2008-02-25T00:29:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T18:06:43.664-08:00</updated><title type='text'>10 menit di hari Senin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R80tJzMVIUI/AAAAAAAAAFo/iUW783U7Ueg/s1600-h/gurita2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R80tJzMVIUI/AAAAAAAAAFo/iUW783U7Ueg/s400/gurita2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173841193302565186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Jakarta di hari Senin...Mulai diisi oleh orang orang penting...&lt;br /&gt;bak gurita yang baru bangun tidur..&lt;br /&gt;Menguap di pagi hari....sambil merentangkan tentakel-tentakelnya...memasuki wilayah-wilayah merah ibukota...yang terjal...menanjak...tanpa keletihan...Tak tersisa tanda tidur malam yang kurang lelap..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sial-lah manusia biasa yang masuk ke Jakarta di Senin pagi...Bukan udara segar yang didapatkan, tapi angin hangat hembusan nafas jakarta yang baru menguap..Kadang berbau, kadang menjadikan kulit berminyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak salah jika langit pagi Jakarta kadang berwarna kelabu&lt;br /&gt;Bagai tinta-tinta hitam yang dikeluarkan tentakel saat saling beradu dengan tentakel lain...begitu sibuk terlihat dari jalan raya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta di hari SEnin dalam 10 menit adalah sebuah keajaiban kecil..&lt;br /&gt;Keajaiban untuk manusia biasa  yang tak ingin teraduk dalam masalah..&lt;br /&gt;karena kota Jakarta layaknya delta muara...yang dasarnya menjadi rumah gurita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan gurita yang memang makhluk air...berlagak seolah ingin  delta ini semakin karam...agar semakin masuk ke dasar samudra...&lt;br /&gt;Biarkan air laut menenggelamkan Jakarta....&lt;br /&gt;Karena Laut adalah tempat yang sejuk untuk gurita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurita-gurita Jakarta...&lt;br /&gt;Yang terlihat semangat untuk mengaitkan diri pada mangsa&lt;br /&gt;dan tak perlu peduli dengan udara hangat berbau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurita-gurita Jakarta...&lt;br /&gt;Tak ingin disentuh manusia sejati..&lt;br /&gt;karena phobia dengan jaring-jaring senyum mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum manusia biasa yang kadang mengikat...menjeratnya ke dalam kotak-kotak penyimpanan makanan di perahu layar manusia biasa...&lt;br /&gt;Di dalam kotak itu gurita akan digarami, sehingga menjadi santapan lezat manusia biasa yang sedang lapar..&lt;br /&gt;Manusia manusia biasa yang hanya butuh ruang gerak...sesuai kebutuhan utama mereka, tidur, makan, dan bekerja...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-1874364438048869825?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/1874364438048869825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=1874364438048869825&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/1874364438048869825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/1874364438048869825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2008/02/10-menit-di-hari-senin.html' title='10 menit di hari Senin'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R80tJzMVIUI/AAAAAAAAAFo/iUW783U7Ueg/s72-c/gurita2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-7019527960943800309</id><published>2008-02-21T19:59:00.001-08:00</published><updated>2008-12-08T18:06:43.893-08:00</updated><title type='text'>memanen status quo (?)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R75_XY9gIKI/AAAAAAAAAA8/SgBXjoF7r9M/s1600-h/quo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R75_XY9gIKI/AAAAAAAAAA8/SgBXjoF7r9M/s320/quo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169709462082035874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;duduk di pematang sawah pinggiran kota di senin pagi... &lt;br /&gt;sengaja kubawa termos kecil berisi kopi buatan istri tercinta..&lt;br /&gt;sambil kulihat petani mulai menyisir pinggiran sawah yang siap panen...Hm..Sepertinya panen memang sudah dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sawah membentang, kurang lebih 5 hektar terbentang di depan...&lt;br /&gt;Kulihat ada pohon kering yang tegak berdiri di petak tanah pertama... pohon itu berwarna coklat muda, karena kulit pohon coklat tuanya hampir terkoyak semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat petani mulai berhasil memotong berapa jumput padi lalu  dimasukkan ke dalam keranjang yang tergantung di punggungnya...  perlahan tapi pasti petani menyusuri sisian pematang, sebelum ke tengah dan membabat semua padi yang menguning...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berandai-andai, apakah sang petani akan istirahat di tengah pohon kering di tengah itu... karena besarnya pohon yang bisa jadi sandaran untuk duduk-duduk..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jam berlalu, padi sudah setengahnya terbabat, dan petani mulai mendekati pohon besar itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dugaanku sedikit meleset. Petani memang berhenti di pohon itu. Namun dia hanya menyandarkan tangannya, tidak duduk bersandar sebari istirahat. Ditancapkan sabit pemotong itu di pohon. Tertancap cukup dalam, dan lengan petani itu seperti pegal. Lengannya di goyang goyang, dan jarinya di tekuk ke pohon besar itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dugaanku sedikit meleset, namun ada benarnya juga. Pohon besar itu mempengaruhi kerja si petani. Dia  melambat. Aku yakin bila tak ada pohon, si petani akan terus membabat sehingga cepat lepas dari terik siang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lari dari info indera mataku..&lt;br /&gt;Otak ku membayangkan hal lain... mulai beranalogi atas apa yang telah kulihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon besar tadi sepertinya sudah lama tumbuh, dan memang susah dibabat... &lt;br /&gt;Pohon tadi punya hak untuk tumbuh, dan menghabiskan waktu yang lama untuk tumbuh...&lt;br /&gt;Semakin besar ia tumbuh, semakin dalam akarnya, semakin banyak ia menyerap air tanah, namun semakin jauh puncak rantingnya dari tanah...&lt;br /&gt;Kesendiriannya yang megah diantara padi yang menghasilkan beras seolah bermakna ganda... &lt;br /&gt;Satu hal dia adalah sebuah bentuk yang indah dilihat, satu hal lain dia adalah tempat bersandar orang-orang kelelahan, dan satu hal lain pohon besar itu menghambat cepatnya kerja petani mengetam padi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini hari panen&lt;br /&gt;Yang bisa dihasilkan padi adalah beras yang dimakan&lt;br /&gt;yang dihasilkan pohon besar itu adalah batang besar untuk menyandar dan menyediakan tempat untuk  bacokan clurit saat petani melepas ketegangan tangannya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pohon besar laksana status quo di masyarakat yang ingin produktif... mengurusnya laksana mengurus pohon bertuah yang katanya ada jin penunggunya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-7019527960943800309?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/7019527960943800309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=7019527960943800309&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/7019527960943800309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/7019527960943800309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2008/02/memanen-status-quo.html' title='memanen status quo (?)'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R75_XY9gIKI/AAAAAAAAAA8/SgBXjoF7r9M/s72-c/quo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-5827402257749273407</id><published>2008-02-21T19:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T18:06:44.338-08:00</updated><title type='text'>Socialite goes to village (3-tamat)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R75Ggo9gIII/AAAAAAAAAAs/AuaJJzAvsmc/s1600-h/jaknitip.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R75Ggo9gIII/AAAAAAAAAAs/AuaJJzAvsmc/s200/jaknitip.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169646948833042562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjebak....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 bulan berlalu... akhirnya berhasil melanjutkan tulisan mudik ini... bukan berarti gagal menemukan makna baru pulang ke desa... bukan juga desa Sukamulya semakin susah dimaknai... tapi kesan terjebak lah yang memenuhi pikiran saat harus menulis tentang desa Sukamulya, desa kesayangan masa lalu... Hal ini dimulai ketika pertanyaan-pertanyaan di kepala ku tanyakan lagi pada warga Sukamulya. Apakah mereka menikmati  perubahan, apakah mereka ingin ke kota? masih betahkah mereka?. Semua merujuk pada jawaban yang sama... Semua sudah memiliki ketergantungan pada "kiriman" tren dari kota. Semua seperti aliran sungai menuju muara... tenang namun kompak... sama-sama mengarah pada kesamaan...universalisme...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa artinya ciri khas pada desa...saat aura kebutuhan kota begitu menekan warga desa...  modernisme...membawa semua kedalam suasana yang universal...dan cenderung mengorbankan diri kita sebagai sosok konsumen, dan objek penderita.... genius loci*..yang semakin pudar di desa Suikamulya... kini aku merasa di muara...bukan di mata air...... kini aku merasa terjebak di buih-buih rasa kota... ah... mudik pun terasa hambar apabila melihat "rasa" desa saat ini... namun tetap sangat bermakna saat kulihat tanah, daun, pepohonan..yang tumbuh di desa yang kebetulan masih dingin.... tak tau apabila nanti semua nya sepanas Jakarta...Mungkin yang tersisa hanya dedaunan kering ...dan angin-angin tanpa arah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya ingin kucari mata air...Tapi aku ternyata seolah pergi ke pantai....ingin kupecahkan saja gelas itu ditemani Dian Sastro...hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*genius loci.. sebuah ungkapan yang jarang lagi diungkapkan....tentang sesuatu yang tentu memiliki ciri khas,dan itu seolah mata air- mata air yang mengalir menuju satu samudera....ciri khas dan nilai kelokalan bukanlah sebuah kelemahan..namun kekuatan kecil yang mampu menciptakan sungai-sungai  karya yang menginspirasi....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-5827402257749273407?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://zakajekjon.blogs.friendster.com/my_blog/' title='Socialite goes to village (3-tamat)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/5827402257749273407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=5827402257749273407&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/5827402257749273407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/5827402257749273407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2008/02/socialite-goes-to-village-3-tamat.html' title='Socialite goes to village (3-tamat)'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R75Ggo9gIII/AAAAAAAAAAs/AuaJJzAvsmc/s72-c/jaknitip.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-2519184315213265013</id><published>2007-11-22T00:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T18:06:44.547-08:00</updated><title type='text'>socialite goes to village (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R0VEnExF1rI/AAAAAAAAAAg/kPyph_mL318/s1600-h/.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R0VEnExF1rI/AAAAAAAAAAg/kPyph_mL318/s400/.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135586388171151026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba sudah di desaku, Sukamulya...&lt;br /&gt;oh Tuhan..Banyak perubahan yang terjadi di desa ini..&lt;br /&gt;Sawah sawah yang tadinya terhampar di dataran sekeliling desa, kini berubah menjadi dataran rumah-rumah kontrakan pegawai pabrik. Pabrik-pabrik tekstil kini mengelilingi desa Sukamulya...serasa terkepung kepentingan kapitalis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan ini sama ketika pemukiman kami di Jakarta dikepung oleh ITC-ITC yang menjual pakaian... namun di desa ini bukan tokonya yang mengepung, tapi pabriknya langsung....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran tak henti untuk kami, bahwa kota bisa kalah dengan desa..Desa adalah tempat lahirnya nenek moyang kami. Kota hanyalah tempat kami mengadu nasib..&lt;br /&gt;Desa adalah hulu dari sungai hirarki sejarah kehidupan kami....dan kebetulan saat ini, desa memiliki masalah yang sama dengan kota, sama-sama terkukung oleh komersialisme...  kami di kota dikepung oleh ITC yang seolah mengajak kami untuk berbelanja, berbelanja, dan berbelanja...sedangkan saat kami di desa, pabrik tekstil telah mengepung, menawarkan ribuan lowongan pekerjaan untuk para pengolah tanah agar beralih menjadi buruh pabrik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai awal dan akar kehidupan kami dapatkan di desa. Namun akar itu mungkin sudah banyak yang tercabut dan rusak. Bahwa memang kami dahulu lahir di desa ini, namun semuanya hanya bersisa di kepala dan mungkin sedikit bersisa pada nama kami yang berbau kedesa-desaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa hari sudah sore...&lt;br /&gt;Orang-orang mulai banyak berjalan ke arah lapangan di depan balai desa. Kutanyakan, ternyata sedang ada kampanye pilkades. Kali ini salah satu calon membawa artis dangdut kota kembang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hehe..ku tersenyum. Teman-teman yang lain ikut tersenyum. Ternyata kata "kota" masih menjadi racun pemikat warga desa untuk soal hiburan. Aku jadi berpikir, bahwa matinya seni tradisional mungkin saja akibat paradigma ini. Orang desa tak lagi bangga pada kesenian yang mereka punyai. Apapun yang menarik selalu dari kota, desa sudah tak punya rasa percaya diri lagi untuk urusan produktivitas.&lt;br /&gt;Bahkan pabrik-pabrik tekstil yang menyebarkan limbah ke tanah-tanah desa ini pun menjadi idola untuk tempat mencari kerja yang praktis. Lumbung-lumbung padi mulai kekurangan stok, karena petani malas menanam padi...orang desa sudah teracuni oleh komersialisme ala kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami rombongan dari jakarta berjalan agak cepat ke rumah nenekku, karena hari sudah merambat gelap...Listrik jalanan yang masi disuplai oleh kincir air di mata air desa mulai menyala. Suasana terasa sendu...Dengan sinar kekuningan dari lampu jalanan membuat suasana yang serba menguning...benar-benar nikmat untuk dilalui...benar-benar suasana pedesaan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-2519184315213265013?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/2519184315213265013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=2519184315213265013&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/2519184315213265013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/2519184315213265013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2007/11/socialite-goes-to-village-2.html' title='socialite goes to village (2)'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/R0VEnExF1rI/AAAAAAAAAAg/kPyph_mL318/s72-c/.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-2780203388117983885</id><published>2007-10-18T19:06:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T18:06:44.634-08:00</updated><title type='text'>socialite goes to village (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/RxgTD2gzm6I/AAAAAAAAAAM/1GsrSxyTEbk/s1600-h/socialite1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/RxgTD2gzm6I/AAAAAAAAAAM/1GsrSxyTEbk/s320/socialite1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122865533027589026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami, gerombolan urbanistis (urbanis kritis)--para buruh (pikir) kasar-- sepakat pulang ke rumah tercinta di desa Sukamulya. Desa yang berjarak 25km dari kota Bandung. Tak banyak persiapan untuk mudik kali ini. Yang berbeda hanya tas-tas baru yang masih harum kain kanvas. Sebagian harum yang setengahnya mirip dengan "harum" asap polusi pabrik saat melewati pabrik-pabrik tekstil  yang berjajar di perjalanan menuju desa, namun ditambah sedikit H2S (aroma buang angin), hingga hidung dan mulut terasa berdebat dengan keadaan itu.Haha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kali ini sungguh menyenangkan. Kami berlima, Nodi, Putra, Mika, dan Asep saling mengingat kejadian-kejadian masalalu ketika masih sekolah bersama di desa. Kami ingat jalan ke sekolah kami yang harus ditempuh melewati pematang-pematang sawah. Ada saja hal lucu yang terjadi bila pergi ke sekolah maupun pulang ke rumah.Paling sering ya pasti menginjak kotoran, kotoran dari pelbagai macam makhluk, dari makhluk yang dianggap paling rendah, yaitu cacing hingga makhluk yang dianggap paling tinggi derajatnya, ya manusia....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami semakin tertawa ketika membandingkan manfaat tai dari masing-masing makhluk tadi...cacing sebagai makhluk yang sederhana mengeluarkan tai yang setara dengan humus, tai yang sangat bermanfaat tentunya bagi kesuburan tanah. Sedangkan manusia sebagai makhluk tingkat tertinggi malah mengeluarkan tai yang lebih banyak unsur "ekspresif,dan mencari perhatian", dengan baunya yang seolah mencari perhatian hidung... kami terbahak mengingatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm...perjalanan mudik kali ini persis seperti saat pulang dari sekolah, menuntut ilmu di jaman kecil dulu. Pulang sekolah, yang teringat diotak bukanlah pelajaran-pelajaran dari pak guru. Yang teringat malah ocehan pak Guru yang marah  saat ada teman sekelas yang tak bisa pakai sepatu karena tercebur ke sawah. Kami geli mengingat kata-kata pak Guru, "Lain kali sepatunya dipakai di sekolah saja, bila pulang Kau bungkus pake plastik kresek,lalu kau bawa tinggi-tinggi"....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sepatu dipakai hanya untuk menciptakan "image" bahwa kita "nyakola"...yah...bisa jadi otak hanya alas agar ego  bisa "mengekspresikan gaya anak nyakola"...gak penting...&lt;-hehe..umpatanjaman sekarang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan pak Guru  malah membuat kami malas mendengarkan kata-kata pelajaran sekolah yang diucapkan oleh mulutnya. Pelajaran sekolah seolah hanya menjadi basa-basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pulang sekolah lah yang malah banyak memberi pelajaran pada kami. Hal-hal baru di perjalanan membuat kami penasaran. Seperti ketika kami berdebat  menemukan binatang yang mirip belut. Nodi dan putra yakin itu ular, bukan belut. Sebaliknya Mika dan Asep yakin itu belut. Perdebatan tidak berlangsung lama saat binatang  itu bergerak. Belut bergerak meluncur lurus, ular bergerak meliuk-liuk. Liukan ular sangat khas, gerakan yang mengundang orang untuk menyentuh, lalu kemudian dipatuknya. Kami pernah mendengar kisah liukan ular itu, dari seorang petani yang dipatuk ular lalu terkapar di genangan sawah. Untung pak tani itu selamat, karena ular sawah tak begitu berbisa. Dia hanya mengalami sedikit kram. Satu hal yang pak tani itu ingat, "hati-hati dengan liukan ular yang memutar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liukan ular yang memutar, sebuah perilaku ular yang banyak diadopsi oleh pekerja-pekerja ibukota. Berusaha bergerak indah agar umpannya tertarik untuk menyodorkan sisi lemah tubuhnya...dan "snap!"...si korban pun disengat hingga keram tak berdaya.....hehe....Kami terbahak-bahak lagi membahas imajinasi dan ingatan yang berlebihan ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari sekolah, dan pulang dari kota...sama-sama melepas ketegangan otak....saat inilah nilai perjalanan terasa begitu mahal...lebih mahal dari kumpulan pundi-pundi uang dan hapalan-hapalan yang diraih di kota maupun di sekolah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran saat perjalanan pulang...adalah pelajaran sesungguhnya...&lt;br /&gt;perjalanan saat menemukan pelajaran dan makna, dengan melepas semua beban di otak...adalah perjalanan yang sesungguhnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pestablogger.com"&gt;&lt;img src="http://www.pestablogger.com/wp-content/uploads/2007/09/button-pb-006.jpg" alt="Pesta Blogger 2007" style="border-style: none" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-2780203388117983885?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/2780203388117983885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=2780203388117983885&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/2780203388117983885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/2780203388117983885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2007/10/socialite-goes-to-village-1.html' title='socialite goes to village (1)'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_hGy8QZnwBKc/RxgTD2gzm6I/AAAAAAAAAAM/1GsrSxyTEbk/s72-c/socialite1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-915380654032387522</id><published>2007-10-16T20:41:00.001-07:00</published><updated>2007-10-16T21:40:18.994-07:00</updated><title type='text'>SEttingan Baru..Gaya baru... Lagak baru...tetap di kota lama...Jayakarta...nenek moyangnya Jakarta</title><content type='html'>akhirnyaaaa....&lt;br /&gt;account blogger saya aktif kembali. Setelah dilanda masalah internet yang lambat di kantor, baru minggu-minggu ini saya bisa kembali mengaktifkan blog saya di account blogger.com. &lt;br /&gt;Blogger payah saat dibuka dikantor, untuk membuka tampilan muka blogger.com saja butuh waktu 30menit. Itu belum sign-in, bener-bener sebuah usaha &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngeblog&lt;/span&gt; yang makan ati..haha..kalo kata anak abg akut sekarang.. cape deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai sekarang blog urban journal akan saya khususkan pada tulisan-tulisan jurnalistik yang ringan berisi sentilan-sentilan untuk ibukota... karena untuk menulis tulisan jurnalistik berat (yang harus pake 4W+1H) kayaknya bukan keahlian khusus saya. Tulisan ringan yang mungkin punya rumus berbeda 4E(Euleuh-euleuh,Edan Euy)+1A(Asik coy...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keahlian khusus saya mungkin ya menyentil, sebuah keahlian yang muncul akhir-akhir ini. Ternyata itulah hebatnya ibukota, terlalu banyak hal ,point-poin, dan masalah-masalah yang bisa kita bungkus dalam kemasan baru, yang ternyata bisa lebih menarik untuk dinikmati... hehe...daripada tenggelam dalam cairan masalah ibukota yang seakan  mendidih, mending kita nikmati secangkir masalah yang hangat..layaknya secangkir kopi hangat...mungkin itu sedikit ilustrasi tentang tulisan-tulisan yang akan saya tulis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pestablogger.com"&gt;&lt;img src="http://www.pestablogger.com/wp-content/uploads/2007/09/button-pb-006.jpg" alt="Pesta Blogger 2007" style="border-style: none" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-915380654032387522?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/915380654032387522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=915380654032387522&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/915380654032387522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/915380654032387522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2007/10/settingan-barugaya-baru-lagak-barutetap.html' title='SEttingan Baru..Gaya baru... Lagak baru...tetap di kota lama...Jayakarta...nenek moyangnya Jakarta'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-115691001374418305</id><published>2006-08-29T20:45:00.000-07:00</published><updated>2006-08-29T20:53:33.783-07:00</updated><title type='text'>terbias debu pijakan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2411/2845/1600/doa%20tertahan%20debu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2411/2845/400/doa%20tertahan%20debu.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-115691001374418305?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/115691001374418305/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=115691001374418305&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/115691001374418305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/115691001374418305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2006/08/terbias-debu-pijakan_29.html' title='terbias debu pijakan'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-115675773848486404</id><published>2006-08-28T02:33:00.000-07:00</published><updated>2006-08-28T02:35:38.500-07:00</updated><title type='text'>Perseteruan Lantai Realita vs Lantai Layar Kaca</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2411/2845/1600/syimpthom...jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2411/2845/320/syimpthom...jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak saja kejadian-kejadian aneh yang hadir di balik kaca tivi.... untunglah realita yang melingkupi gw  belum seaneh kayak di tivi. Realita teraneh yang gw lihat sendiri  palingan cuman hujan angin yang membuat atap-atap asbes di rumah berbunyi seperti suara motor 2 tak...taktraktaktaktaktak....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi bising di jam empat pagi yang membuat aku terjaga...huehehe...sukurlah..jadi ga telat nonton bola--kalo pas ada bola di RCTI, atau tipi7---lumayan bisa nonton, walau paling pertandingan hanya bersisa 10 menitan lagi...&lt;br /&gt;Apa hubungannya kejadian aneh di tipi dengan acaara bola??...nah lo...otak kritis (atau krisis?)* yang jahil mulai menyeruak dari otak belel gw...ini dia nih sebenernya yang pengen gw ulas di boy lit** ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara bola , khususnya liga inggris, itali dan spanyol..tidak mengenal waktu..dalam artian...acara itu sudah dengan arogansinya sendiri mempengaruhi para fansnya untuk tidak merasakan waktu...mu jam berapa saja...terserah...yang penting cuman satu..tim kesayangannya bisa menang... apabila kita (yang ngefans pada sebuah tim) melewatkan pertandingannya...seolah kitalah yang bersalah...hmm..Dan satu hal lagi, dan ini menurut gw adalah sebuah hal yang 'agak' serius, realita kita,...apakah disekeliling kita sedang hujan angin, apakah di chanel-chanel lain sedang ada berita kebakaran, teror, dan lain, lain,...kita sudah terkadung menganggap realita pertandingan sepakbola lebih penting dari realita-realita lain yang mengelilingi kita....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyukai satu hal, akan menyebabkan kita tertarik untuk lebih dekat dengannya, kalaupun perlu menjadi bagian dari hal tersebut. Dan bisa gw bilang, sebuah klub sepakbola yang sangat kita cintai, bisa menjadi sebuah kebenaran!. Gak percaya?, coba saja bayangkan, saat kita asyik  menonton acara bola yang kita sukai, tiba-tiba orang tua atau saudara (yg seharusnya sangat kita cintai juga) memindahkan chanel acara tivi pertandingan bola tersebut. Hanya ada satu kesimpulan, ada personal lain yang berbuat "salah" pada kita. Salah dalam artian, dia tidak benar, dia tidak 'sesuai' dengan kita. Kita siapa? diri kita dan klub sepakbola kesayangan? ataukah diri kita dan orang tua yang melahirkan kita??.....haha...dalam hal ini, ada satu hal yang bisa terbersit di otak krisis ini....kebenaran adalah sebuah rasa kepemilikian...sebuah rasa yang bersifat personal, satuan...merasa menjadi satu...bukan sebuah rasa yang bersebrangan dengan diri kita.....&lt;br /&gt;Gw mulai merasa ngeri, apabila akhirnya kita menjadi bersebrangan dengan realita yg sebenarnya. Realita sebenarnya yang gw maksud adalah realita dimana kita berada, dimana kita memijak. Dibawah kita pasti ada lantai, nah, itulah lantai realita kita...bukan lantai rumput lapangan sepakbola, yang ada dibalik layar tipi....Betapa menyeramkannya apabila kita telah merasa, lantai kita adalah lapangan sepakbola, dan orang-orang yang berada selantai dengan kita (orangtua dan saudara yg duduk di sebelah kita) adalah sebuah komponen yang bersebrangan dengan kita, bukan bagian kebenaran dari kita. Ketika kita merasa menjadi bagian lain dari sebuah kebenaran realita. Ketika kita menjadi "benar" yang lain. Hmm...pastinya sebuah kesalahan yang akan terjadi...di kemudian hari...dan kemungkinan besar kesalah itu dirasakan oleh orang lain...bukan kita...(sebenarnya pada keadaan itu adalah sebuah sebuah kondisi Mayday bagi diri kita )&lt;br /&gt;Apa yang terjadi di televisi hanyalah sebuah gambaran "lantai-lantai"/realita lain yang kita lihat, dan tidak kita pijak. Apa jadinya apabila kita merasa memiliki realita-realita lain tersebut? Apa jadinya apabila kita merasa berhak untuk ikut memijakkan diri di lantai-lantai lain tersebut?, tentunya sebuah kegalauan yang akan kita rasakan..... Apa jadinya apabila kita sudah mengabaikan waktu-waktu yang mengikat kita direalita yang kita pijak? tentunya kekacauan ritme berfikir yang kita alami. Benar adanya kita hidup di dalam sebuah ritme tertentu, ada ritme yang muncul akibat orang lain, ada ritme yang muncul akibat diri kita sendiri, dan ada ritme yang muncul ketika kita berinteraksi dengan sebuah kondisi alam.&lt;br /&gt;Tak terasa, alam bawah sadar kita dipengaruhi oleh ritme-ritme yang mengibuli dan memprovokasi mimpi kita. Ada ritme2 yang bisa mengkatalis mimpi kita untuk menyeruak dalam realita kita sesungguhnya,  menjadi realita-realita semu yang kontradiktif... Yang tidak memberikan solusi pada realita sebenarnya yang penuh masalah.....&lt;br /&gt;Nah inget-inget masalah...gw jadi berfikir...kok ilustrasinya gak nyambung ya??...ilustrasinya kok gambar truk dikelilingi siluet hitem orang?....hehe...sebenarnya itu cuman buat gambaran kecil doang...bahwa realita pun ga harus sesuai dengan mimpi--&gt; ilustrasi pun ga harus sesuai dengan isi narasi....bukankah perbedaan membuat kita berfikir?  ataupun apabila kita tak mau berfikir....ya minimal mengumpat...itu pun sudah cukup, cukup buat pembaca boylit** ini sadar, bahwa ada masalah lain yang lebih penting......bagi dirinya....&lt;br /&gt;==========================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekedar ngiseng nambah nambahin keterangan kata-kata yang berbintang:&lt;br /&gt;* gw dan beberapa rekan di jakarta ini memang sempat berbicara tentang pembentukan koalisi urbanistis...urbanis kritis..kritis dalam artian fisik...bukan pemikiran....kritis dalam artian..butuh ditolong&lt;br /&gt;** hehe..terus terang..gw mual pas ngarang istilah boylit...tapi apa boleh buat...biar ada ide..gw harus ada tekanan...bukankah mual adalah sebuah tekanan fisik dan psikis....hehe..ide memang bisa dipaksakan loh..)...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-115675773848486404?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/115675773848486404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=115675773848486404&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/115675773848486404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/115675773848486404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2006/08/perseteruan-lantai-realita-vs-lantai.html' title='Perseteruan Lantai Realita vs Lantai Layar Kaca'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-114717690556837834</id><published>2006-05-09T05:04:00.000-07:00</published><updated>2006-08-27T23:39:59.276-07:00</updated><title type='text'>Cihuy...Ketika Semua menjadi penting!</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2411/2845/1600/prahu.0.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2411/2845/320/prahu.0.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pernyataan yang narsis  bila kita masih menegaskan diri hidup di dalam jaman edan....yah betul, narsis. Narsis  karena toh  memang sekarang jaman edan...sehingga kita tak perlu mengulang keedanan itu di mulut kita... (Tetoongg!! mengulang kata e-d-a-n)....mengulang keedanan adalah sebuah kekonyolan...walau itu hanya dari mulut yang terucap..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat semua terasa konyol, maka semua tindakan serius terlihat seperti sebuah drama yang dipenuhi penonton-penonton yang skeptis, sehingga semua yang ada dipanggung terlihat tidak ideal....hoho, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada lagi posisi yang ideal dalam bersosialisasi. Semua ingin setara. Yap..betul, memang kesetaraan adalah bagian dari elemen keadilan. Tapi mungkin sebenarnya kesetaraan hanya diperlukan sebagai "pengikat" sebuah komunitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..tak lebih..dan tak kurang. ,…kesetaraan tak lebih dari “lem-nya” komunitas…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hal itu lah penyebab dari kondisi edan suredan ini bisa terjadi. Semua individu merasa menjadi subjek, dan tidak berminat  untuk  menjadi objek. Semua individu ingin memainkan predikatnya...dan tidak ada yang ingin untuk memainkan  predikat-predikat milik orang lain.. Semua ingin melakukan sesuai dengan caranya (predikatnya) sendiri, itu maksud saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa keseteraan membuat setiap individu menjadi terasa terikat..dan keterikatan itu menjadi penting..shingga  seolah keterikatan n berubah  menjadi  subjek  bagi  individu. Keterikatan   menimbulkan rasa sakral yang bernama kebanggaan.  Apabila individu telah bangga akan akan kesetaraannya, maka individu tersebut  akan menjadi objek dari yang namanya kebanggaan. Dan ketika kondisi itu terjadi….Dhuar…maka dalam waktu yang tak lama lahir sebuah system.  sistem adalah predikat  yang mengatur  objek  untuk mengikatnya dalam sebuah rasa kebanggaan (yang telah berposisi sebagai subjek)….…..dan fantastiknya….yang membuat system adalah objek-objek  individu itu sendiri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subjek--&gt;Predikat--&gt; Objek, adalah peristiwa yang dibilang aktif (kalo dalam kalimat disebut sebagai kalimat aktif), dan Objek--&gt;Predikat --&gt;Subjek, adalah sebuah peristiwa yang dibilan pasif...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapakah yang harus menjadi Objek saat orang-orang orang berebut untuk menjadi subjek dan bersama-sama menempatkan diri menjadi objek dari sebuah aturan tertentu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup memang membutuhkan keseimbangan..&lt;br /&gt;Hidup memang membutuhkan yin dan yang&lt;br /&gt;Hidup memang membutuhkan Predikat..agar jelas posisi kita...agar jelas orang melihat kita....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-114717690556837834?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/114717690556837834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=114717690556837834&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/114717690556837834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/114717690556837834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2006/05/cihuyketika-semua-menjadi-penting.html' title='Cihuy...Ketika Semua menjadi penting!'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-114653763633166312</id><published>2006-05-01T19:23:00.000-07:00</published><updated>2006-08-27T23:42:53.240-07:00</updated><title type='text'>MENYAMAR DI AIR KERUH</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2411/2845/1600/kertas%20terbakar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2411/2845/320/kertas%20terbakar.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya kira semua orang tahu, saya itu paling dekat dengan buruh. Saya tadi langsung terjun ke lapangan tapi menyamar tidak berpakaian seperti menteri," kata Erman di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (1/5/2006) malam........(sumber detik.com 1 mei 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi inget cerita raja-raja di buku dongeng...ketika raja sering menyamar di tengah rakyatnya ..agar mengetahui isi hati rakyatnya... &lt;br /&gt;Kalo dibanding-bandingkan...rasanya agak geli juga... ada 2 hal yang membuat cerita Pak Mentri menjadi menggelikan..yang pertama ..dia bukan raja...dia adalah pembantu raja...pembantu raja saja sudah senang menyamar...lalu rajanya senang ngapain?....menghilang??..hehehe.... mudah-mudahan kejadian ini masuk daftar sentilan Republik BBM (Acara parodi politik di Indosiar)....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang kedua...apa perlu menyamar di jaman keterbukaan seperti ini?...ketika semua keinginan rakyat sudah terpampang besar sekaliii...1m x 6m untuk spanduk yang dibawa bawa para demonstran...atau yang lebih tragis lagi...baligo2 iklan rokok.."tanya-ken-apa" itu kan sebenarnya kan protes halus masyarakat juga...dan sangat sering kita dengar dan lihat....lah!!..kurang keras gimana coba..keinginan rakyat yang segitu dahsyatnya..masih ga di "mudheng"i sama para pamong itu...apakah mereka budeg?..sampe keinginan rakyat pun masih belum terdengar?...sampe harus menyamar segala untuk mendengar orang-orang yang berteriak agar derita mereka didengar..sedikiiiit saja......sedikiiiitt...saja...(jadi ingat dialog pelm 30 hari mencari cinta..saat nirina zubir marah ke pacarnya--rocker ketombean-- di pinggir kolam air mancur)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo dipikir terus...kayaknya ga akan ada gunanya...toh ngapain juga kita mikir hal-hal tolol dengan serius..sehingga dahi berkerut.....kecuali kita memang sedang berusaha untuk belajar menjadi bodoh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demo buruh hari Senin berakhir dengan sukses...demo hanya berlangsung sampai tengah hari..karena ada jaminan dari komisi IX DPR untuk tidak akan merevisi UU tenaga kerja....dan jalanan pun di sore hari lancar kembali..&lt;br /&gt;Buruh bisa kembali dengan tenang ke rumahnya di pinggir-pinggir kota...&lt;br /&gt;mereka tak tahu harus berkata apa lagi selain rasa syukur bisa bekerja dengan tenang...&lt;br /&gt;seperti ikan yang berenang di air yang tenang di telaga... ..yg saling bercengkrama... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saya jadi ngebayangin   hal indah.....Mungkin jika sang menteri bisa menyamar  di keadaan tenang...dan bercengkrama dnegan buruh sehingga tau kebutuhan dan keprihatinan sang buruh... keadaannya mungkin bisa lebih antisipatif,komunikatif, dann iinteraktif...tdiak  seperti sekarang yang  defensif, masif, dan sok atraktif, seperti saat ini...(fffff….fuih…banyak f nya yak) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan sang ikan yang membuat keruh...tapi manusia yang ingin memakan  ikan-ikan lah yang mengeruhkan telaga.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-114653763633166312?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/114653763633166312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=114653763633166312&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/114653763633166312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/114653763633166312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2006/05/menyamar-di-air-keruh.html' title='MENYAMAR DI AIR KERUH'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-114622044966146664</id><published>2006-04-28T03:20:00.000-07:00</published><updated>2006-08-27T23:48:53.623-07:00</updated><title type='text'>JAKARTA SIAGA SATUU!</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2411/2845/1600/tuing.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2411/2845/320/tuing.0.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara dan Polisi kembali berbaris, bergerak menuju lapangan apel di tengah kantor gubernur...&lt;br /&gt;Semua menyiapkan diri menghadapi "Badai Curhat para Buruh" di hari senin mendatang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah realita yang pragmatis, ketika penguasa berbicara, mereka bisa memakai senjata sebagai ''stempel" kebenaran atas tindakan-tindakan mereka. Menembak rakyat mungkin dianggap sebuah tindakan yang bisa "memagari" teritori kekuasaan mereka agar tidak bisa dimasuki ego-ego rakyat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun-tahun ini memang sangat men-jengah-kan, ketika para penguasa terlihat bobroknya, ternyata mereka  hanyalah para penjudi, yang mempertaruhkan negeri sendiri untuk mendapatkan keuntungan semu. Kemenangan bagi mereka hanyalah kepuasan sesaat, di saat pundi-pundi mengalir ketika menjual rumah sendiri. Ketika anak-istri kehilangan tempat tinggal dan mulai menangis,mereka panik..Namun dasar penjudi, dianggapnya bertaruh dengan harta sendiri adalah sebuah jalan yang terbaik untuk menolong anak istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta yang terkuras, rumah yang tergadai, dan anak istri yang menangis,hanyalah sebagian kecil dari warna-warna dan simbol-simbol analogi kebobrokan sifat para penguasa. Mungkin Senin nanti adalah "perang rumah tangga", dimana para istri dan anak teriak minta makan, dan para suami malah marah dan melempar piring-piring agar semua isi rumah terdiam, sehingga istri seraya terisak membiarkan suami pergi begitu saja...pergi untuk berjudi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh..betapa susahnya mencari nafkah, ketika kita lebih suka bergantung , berjudi dan berhutang pada orang yang benar-benar mendapatkan uang dengan cara mencari nafkah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik menjadi orang jahat yang mencari nafkah..daripada menjadi orang baik yang berhutang...mungkin prinsip ini harus menjadi alternatif kepura-puraan baru...prinsip ini jauh lebih baik daripada kita harus mati dalam keadaan putus asa...KARENA BUKAN HANYA MEREKA PARA PENGUASA YANG BERHAK HIDUP...KITA PUN BERHAK UNTUK HIDUP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-114622044966146664?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/114622044966146664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=114622044966146664&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/114622044966146664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/114622044966146664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2006/04/jakarta-siaga-satuu.html' title='JAKARTA SIAGA SATUU!'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27171542.post-114619978226332535</id><published>2006-04-27T21:21:00.000-07:00</published><updated>2006-08-27T23:56:30.203-07:00</updated><title type='text'>WASPADA MERAPI</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2411/2845/1600/meletus_1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2411/2845/320/meletus_1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi, 28April, Jumat Kliwon...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..Gunung yang meletus dan serba-serbinya menjadi santapan utama media-media ibukota. Dari bagaimana cara dan perilaku manusia menyikapi ancaman, sampai kepada tebak-tebakan apa yang akan terjadi setelah gunung merapi meletus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..."Malam ini merupakan puncak kemungkinan Merapi akan meletus, Saya akan menantinya di rumah, ucapnya. Bagi Ismanto dan Masyarakat Terlebih lagisekarang ini dipercaya adalah siklus 1000 tahunan letusan Merapi....(Sumber Kompas, hari Jumat 28 April 2006)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat lagi kita akan melihat kedahsyatan alam. Alam  yang berbicara. Saat alam bicara, semua elemen yang "menempel" padanya hanyalah seolah "kotoran-kotoran" yang harus dibersihkan.  Dibersihkan kadang berarti juga disadarkan, dibangunkan, atau bahkan ditiadakan. Manusia ditiadakan oleh alam saat alam berbicara.&lt;br /&gt;Sudah menjadi kebiasaan, proses "peniadaan" terhadap sosok manusia  akan menjadi drama-drama yang menghebohkan. Dari suara-suara isak tangis, sampai suara-suara doa yang meminta pengampunan atas kesalahan-kesalahan. Bahkan menjadi kesempatan-kesempatan baru bagi manusia-manusia untuk mencari "keuntungan". Mulai dari keuntungan yang bersifat  oportunistis, sampai keuntungan yang didapat dari sebuah proses pembelajaran terhadap suatu peristiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kita ingat, betapa tsunami Aceh telah meniadakan ratusan ribu bangsa Aceh. Dan ratusan ribu lainnya yang masih hidup ditantang untuk bangkit dan membalikkan keadaan yang telah dibalik oleh gulungan-gulungan hitam tsunami...&lt;br /&gt;Contoh bencana Aceh adalah sebuah teladan besar dari alam. Bencana Aceh mengingatkan kita, kewaspadaan manusia hanyalah kenisbian.&lt;br /&gt;Ketika nanti letusan datang, maka tak perlu kita menyesalkan kesalahan-kesalahan atas kewaspadaan kita yang masih kurang. Karena toh kita sudah berbuat maksimal untuk tidak mati. Dan itu akan menjadi awal baru untuk menapak hidup yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAat alam berbicara telah datang, hal itu bukan untuk kita waspadai, tapi alam berbicara agar kita bisa membersihkan diri... agar kita bisa lebih dekat lagi pada alam , dan agar kita bisa sadar, bahwa kita bukanlah siapa-siapa, dimata Pencipta Alam Semesta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;life is just a game...&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27171542-114619978226332535?l=urbanistis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://urbanistis.blogspot.com/feeds/114619978226332535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27171542&amp;postID=114619978226332535&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/114619978226332535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27171542/posts/default/114619978226332535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://urbanistis.blogspot.com/2006/04/waspada-merapi.html' title='WASPADA MERAPI'/><author><name>Zorg</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14909605628422149086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_hGy8QZnwBKc/R-thtUiB6WI/AAAAAAAAAGM/_1_Pa0K5wpw/S220/suka+suka+cuek+aja.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
